THE EQUALIZER

“The two most important days in your life are the day you were born and the day you find out why” (Mark Twain)

[Robert (Denzel Washington) masuk ke ruangan kerja Slavi (kaki tangan Mafia Rusia) dan meminta kebebasan Alina dengan membayar USD 9.800. Slavi menolak dan mengolok-oloknya. Robert berjalan ke arah pintu keluar, membuka pintu tapi menutupnya lagi dan menguncinya. Robert memperhatikan perimeter dan berkata, “16 seconds”. Dia berjalan dan membunuh Slavi serta 4 orang anak buahnya dengan begitu elegan/efektif/trengginas/indah dalam waktu 28 detik]

The Equalizer
The Equalizer (Sumber Foto Disini)

Itulah salah satu scene pertarungan dalam film The Equalizer. Menurut Oxford Dictionaries (www.oxforddictionaries.com/definition/english/equalizer), pengertian equalizer seperti di screenshot ini:
image

Pesan tersirat yang AR tangkap dari film yang dibintangi aktor peraih oscar ini adalah bagi seorang/sebagian rakyat yang memiliki kemampuan untuk merubah keadaan maka gunakanlah kemampuanmu itu untuk menjadi penyeimbang antara kebaikan dan keburukan (The Equalizer), bahkan jika harus melanggar aturan. Can you feel it? Just watched the movie and got the message.

Penyeimbang, adakah kawan sekalian yang pernah mendengar/melihat tokoh penyeimbang ini di dunia nyata? Yup, kawan sekalian akan langsung ingat Kang Robin Hood. Tapi, Robin Hood tetaplah tokoh fiksi walau film si Pencuri telah dibuat berbagai versi. Btw, sebuah kebetulan yang manis antara Robert dan Robin Hood, sebuah nama dengan awalan huruf R. Jadi, adakah yang pernah mendengar/melihat Robin Hood di dunia nyata? Anyone?

Pertengahan tahun kemarin, AR berbincang dengan beberapa orang di teras sebuah masjid. Namanya juga obrolan, topiknya berantakan. Mulai dari penyelundupan narkoba di perbatasan, konon kabarnya harga kokain di Malaysia itu bisa dua kali lebih murah, sampai obrolan tentang pemurtadan di lokasi bencana alam. AR lebih banyak mendengar. Hanya satu orang yang lebih banyak bercerita, sebut saja Tuan Sharing.

Tuan Sharing bercerita kejadian heboh sekitar tahun 80-an, seorang Robin Hood muncul di Ranah Minang. AR lupa kota asalnya maupun lokasi favoritnya untuk beraksi, AR sulit mengingat nama, one of my weakness. Cerita yang paling AR ingat adalah si pencuri/perampok/begal sempat tertangkap di tangga sebuah pasar. Menurut penuturan Tuan Sharing, setelah terjadi perampokan maka sejumlah fakir miskin di kota tersebut akan menemukan bingkisan di depan rumah mereka. Si perampok blusukan ke setiap rumah tapi jauh dari sorotan kamera, dia tak butuh pencitraan.
Selain Robin Hood versi Ranah Minang di atas, Tuan Sharing juga bercerita tentang sahabatnya satu pengajian yang mantan perampok. Salah satu kebiasaan baik si mantan perampok adalah selalu memberikan uang ke pengemis. Apabila di kantong tak ada uang recehan maka uang gedean akan diberikan ke pengemis. Kebiasaan baik itu terus dijaganya ketika sudah insyaf. Lebih baik mantan penjahat daripada mantan ustadz, betul? Mereka berdua adalah legenda dalam dunia perampokan Indonesia, AR hanya lupa namanya.

Sebagai penutup, pengusaha itu membicarakan seorang legenda lain di Bandung. Saking melegendanya, si perampok dan komplotannya pernah beraksi di sebuah toko berlian pada siang hari bolong. Sempat kejar-kejaran dengan aparat seperti di film-film Hollywood, legenda itu akhirnya berhasil mengelabui polisi. Dan rumornya, dia ganteng kayak bule. Aksi nekatnya itu jadi berita hangat selama beberapa hari, entah di tahun berapa kejadiannya. Seperti Robin Hood, sebagian hasil rampokannya juga diberikan ke warga yang membutuhkan.

Kembali ke Denzel. Dari awal film, AR mendukung apa yang dilakukan Robert. Apalagi Polusi Korup berada di belakang musuh Robert. Ketika menonton film action, tentu tokoh protagonis yang akan didukung sebagian besar penontonnya. Dalam film Ocean Twelve, Danny Ocean & The Gank adalah tokoh protoganis walau mereka adalah komplotan perampok. Polisi dan Red Fox lah Sang Antagonis.

Robin Hood
Robin Hood (Sumber Foto Disini)

Itulah yang terjadi ketika pemerintah tak melaksanakan tugasnya dengan baik, muncul Sang Penyeimbang. Polusi Korup dibiarkan, dipromosikan malah. Rakyat miskin diperbanyak, harta orang kaya berkembangbiak dengan penuh perlindungan aparat. Pengendara motor dipinggirkan, pengendara mobil dianakemaskan. Dan berbagai ironi kehidupan lainnya. Seharusnya pemerintah malu ketika sebagian rakyatnya mengambil wewenang dan tanggung jawabnya.

Tapi kawan, kejahatan tak boleh dibasmi dengan pelanggaran. Yang salah tetaplah salah, setuju dengan kesalahan itu cukup di film kesayangan. Ketika mayoritas setuju dengan kesalahan maka yang salah akan dianggap benar.

Robert, Robin Hood, dan another Equalizer tak akan pernah ada jika nilai luhur tercipta di tengah masyarakat. Kemiskinan, ketidakadilan, kesenjangan sosial, korupsi lah pemicu kemunculan mereka. Khulafaur Rasyidin Kelima, Umar bin Abdul Aziz, pernah dikirimi surat oleh Gubernur Himsh. “Sesungguhnya benteng kota Himsh telah ambruk. Alangkah lebih baik jika Anda mengizinkan kepada saya untuk memperbaikinya. Kemudian Umar menjawab surat tersebut, “Bentengilah kota tersebut dengan keadilan dan bersihkanlah jalannya dari kezhaliman” (Sumber: Distorsi Sejarah Islam oleh Yusuf Al Qaradhawi). Ketika rakyat memperoleh keadilan dan tak pernah dizhalimi maka rakyat akan melindungi negara dengan harta, raga, dan jiwanya. Bukan hanya benteng yang akan dibangun tapi nyawa pun akan diberikan oleh rakyat kepada negara tercinta.

Alhamdulillah, para pendiri bangsa telah memikirkan cara membasmi The Equalizer dengan seksama. Sila-sila di Pancasila yang beliau-beliau tinggalkan adalah jawabannya. Ketika Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan tak ditegakkan maka kekacauanlah yang akan ditimbulkan.

Apakah negara ini sudah mengamalkan Pancasila dengan sebenar-benarnya? Apakah pemerintah tak malu ketika sebagian rakyat mengerjakan tugas dan kewajibannya? Apakah Pemerintah serius menghilangkan The Equalizer?

Iklan

Komentar Disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s