Bang Diko, Obama, dan Batu Akik

I’ve got present, hureee!!!

Batu Akik, that’s the present. Inilah penampakan Batu Bacan pemberian bokap AR sekitar seminggu yang lalu. Ada yang bisa menebak harganya per Januari 2015 ini?

image
Batu Bacan

Perkenalan secara resmi AR dengan hobi satu ini terjadi sekitar awal 2014. Saat itu AR menyanggupi permintaan atasan untuk membelikan Lumuik Sungai Dareh (Lumut Sungai Deras, biasa disebut Lumuik), sebuah Batu Akik berwarna hijau asal Sungai Dareh. Kebetulan AR hendak pulang ke Pariaman. Batu Kali yang dipopulerkan oleh Obama dan SBY ini berasal dari aliran Sungai Batanghari yang melintasi Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten baru di dekat perbatasan Sumatera Barat dan Jambi.

Akhirnya, Mertua menemani AR membeli Lumuik di Toko Perhiasan dekat Stasiun Kota Pariaman. AR tak punya pengalaman dan ilmu sedikitpun tentang Gemstone. Ada beberapa batu di Toko perhiasan itu, penjualnya menyarankan Lumuik warna Pucuk Pisang. Harga awalnya Rp. 400.000, dealnya di Rp. 200.000.

Back to my present! Karena masih awam, AR mengkonsultasikan batu pemberian bokap ke seorang pakar batu. Bang Diko, rekan sekantor AR. Kegilaan dan keahliannya akan batu sudah terdengar ke seantero gedung. Setelah meraba-raba dan menyinari si Batu, Bang Diko berkomentar:
Bacan ini. Batu tua, seratnya halus. Sebelum diiket, mendingan di rendem sama baby oil dulu barang sebulanan karena ada sedikit pori-pori kecil. Jangan lupa tiap weekend dijemur, ntar bakal nutup lobangnya“. Bang Diko menebak batu bacan AR itu sekitar Rp. 200.000 – Rp. 300.000 dalam bentuk bahan, ongkos ngebentuknya sekitar Rp. 25.000.

Sebagai seorang kiri belakang (baca artikel pembagian karakter manusia di sini), AR mencoba mempelajari tentang hobi satu ini. Seorang kiri belakang sangat cocok dengan hobi yang memerlukan dominasi otak kiri seperti fotografi, koleksi barang antik, dan mungkin batu akik :). Berdasarkan beberapa artikel, proses kimia akan terjadi ketika AR merendam si bacan dalam baby oil. Sejumlah artikel malah memberi alternatif lain sebagai media perendaman seperti minyak zaitun. Katanya untuk mengangkat kapur tapi AR belum menemukan artikel yang menjelaskan kenapa pori-porinya bisa tertutup, ada yang tahu? Bahkan ada yang mencoba mempercepat proses kimiawi itu dengan memanggangnya di oven setelah perendaman, tapi resikonya sangat besar.

Selain mencari hubungan minyak dan batu, AR mencoba searching beberapa artikel agama yang membahas hobi satu ini. Dari beberapa artikel yang AR baca, berukut beberapa poin yang AR pahami:
1. Rasulullah SAW pernah menggunakan cincin yang dipasang batu akik, batu kemerah-merahan dari habasyah (Ethiopia sekarang) menurut salah satu riwayat. Awalnya Nabi Muhammad SAW menggunakan ikat berbahan emas tapi sejak ada larangan laki-laki memakai emas dan sutera, manusia terbaik sedunia akhirat itu menggantinya dengan ikat perak.
2. Rasulullah SAW memanfaatkan cincin batu akik itu sebagai stempel surat. Allah, Rasul, Muhammad yang tercetak di cincin tersebut. Seorang Sahabat r.a. mengatakan bahwa Raja Romawi tak akan membaca surat yang tak berstempel, itulah alasan Rasulullah SAW menggunakan cincin tersebut. Fyi, Nabi Muhammad SAW menyampaikan kebenaran dan kerasulan beliau dengan mengirimkan surat ke negara-negara kafir & musyrik. Walau zaman itu adalah zaman peperangan, Rasulullah SAW melakukan langkah diplomasi terlebih dahulu kepada negara kafir & musyrik.
3. Kalau ini pertanyaan untuk ahli fiqih, apakah hukum penggunaan ikat dari Stainless Steel?

Setelah mempelajari hobi satu ini, terus terang AR cukup tertarik untuk memakainya. Sekitar dua tahun yang lalu, AR menolak tawaran cincin batu akik dari mertua. Dipikiran AR, cincin batu akik itu identik dengan kaum senior dan dukun ^_^. Tapi kemarin ada yang bilang cincin akik bisa menyembuhkan, begini caranya:
Ambil segelas air putih dan cincin batu akik. Celupkan cincin tersebut ke dalam air dan silahkan minum air putih tersebut. InsyaAllah kalian akan sembuh dari kehausan“. Ada manfaatnya juga ternyata, hahaha *jokeaja

Barusan AR membaca status facebook tentang Monkey Business. Kalian ingat Tanaman Hias Anthurium yang menghebohkan itu? Menurut status tersebut, bisnis batu akik disamakan dengan anthurium dan ikan louhan. Dulu harganya selangit, kini murah bingit. AR tak sepenuhnya setuju dengan menyamakan batu akik dan anthurium, ga apple to apple. Harganya yang selangit saat ini karena hukum penawaran dan permintaan seperti halnya anthurium di masa jayanya tapi kegemaran akan cincin batu akik tak akan mati. Mungkin harganya akan turun tapi tetap bernilai. Anthurium kembali jadi tanaman liar tak bernilai tapi Batu Akik tetap punya nilai di hati para penggilanya. Toh tak semua orang mampu mencari batu akik berkualitas tinggi. Penggemar setianya akan terus ada sepanjang masa karena Laki-Laki juga ingin dimengerti.

InsyaAllah sebulan lagi cincin batu akik akan melekat di jari AR, entah untuk berapa lama. Hanya Internazionale dan menulis yang selalu dihati, hobi lainnya hilang timbul silih berganti.

Terima kasih hadiahnya pa ^_^
___________________
Daftar Referensi:
1. m.kaskus.co.id/thread/5406db97bccb17766f8b456c/share–trit-perawatan-bacan/1
2. bangdeniklender.blogspot.in/2014/10/khasiat-minyak-zaitun-untuk-batu-mulia.html?m=1
3. m.republika.co.id/berita/koran/dialog-jumat/14/11/21/nfdhw913-serbaserbi-batu-cincin-dalam-islam
4. http://www.firanda.com/index.php/artikel/fiqh/393-seputar-hukum-memakai-cincin

Iklan

Komentar Disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s