Adaik Manurun, Agamo Mandaki

“Adaik Manurun, Agamo Mandaki”, itulah salah satu kalimat yang menggambarkan kondisi penyebaran adat istiadat dan agama di Minangkabau.

Adaik Manurun (Adat Menurun) menggambarkan Adat Istiadat itu berasal dari daerah atas, biasa disebut dengan “Darek”. Ada sedikit perbedaan antara daerah pesisir dengan darek bahkan sampai taraf saling menjelekkan, lain waktu akan AR ceritakan. Alhamdulillah “ketegangan” itu kini mulai berkurang.

Konon kabarnya, air merendam hampir seluruh Sumatera Barat di waktu lampau maka wajarlah daerah yang kini menjadi lereng pegunungan adalah Pusat Kerajaan. Baru beberapa minggu yang lalu AR mendengar teori pembentukan Minangkabau dari seorang Mamak asal Tigo Baleh (13) Bukittinggi. Cerita ini hampir persis dengan cerita pembentukan Kota Bandung tapi dengan cara yang berbeda, Bandung dulunya adalah Danau Purba. AR masih ingat dengan perjalanan bersama Guru Geografi mendaki perbukitan di sekitar Dago Pakar, di sana ditemukan bukti-bukti bahwa Bandung pernah terendam air danau. Danau tersebut mengering akibat retakan. Kalau teori pembentukan Sumatera Barat belum AR dengar hasil penelitiannya, adakah kawan yang tahu?

Kini Pusat Pemerintahan Kerajaan Pagaruyung itu berada di Tanah Datar, di Kota Batu Sangkar tepatnya. Negeri ini disebut Pagaruyung karena dilindungi oleh pohon enau yang bagian luarnya disebut ruyung (sumber dari sini). Salah satu peninggalan yang menjadi bukti pusat kerajaan ada di Batusangkar adalah Istana Pagaruyung.

image
Istana Pagaruyung
(Sumber Gambar Disini)

Seperti kita ketahui, Islam berasal dari Tanah Arab. Suku Quraisy dari Kerajaan Saudi Arabia lah yang beruntung karena pembawa risalah Islam ditakdirkan berasal dari kelompok mereka, Nabi Besar Muhammad SAW. Banyak teori penyebaran Islam yang dikemukakan oleh sejarawan namun semua hampir memiliki kesamaan yaitu penyebaran Islam mayoritas di mulai dari daerah pesisir. Kalau saja pesawat sudah ditemukan, mungkin penyebaran Islam tak selalu dari pesisir.

Agamo Mandaki atau Agama Mendaki adalah frasa yang menggambarkan penyebaran Islam di Ranah Minang bermula dari pesisir. Penyebaran itu dimulai dari daerah pantai dan terus mendaki ke Pusat Kerajaan. Sheikh Burhanuddin adalah ulama yang tercatat sebagai salah satu penyebar Islam di Sumatera Barat. Kuburan beliau berada di Ulakan, daerah pesisir di Kabupaten Padang Pariaman.

Walau titik nol penyebaran Islam bermula dari pesisir, Padang Panjang lah yang mendapat julukan Serambi Mekkah. Kota Padang Panjang berada di daerah perbukitan, udara segar dan dingin akan memanjakan pasangan yang baru menikah. Memang tak selamanya Sang Pioneer (Sang Pelopor) adalah Sang Juara. Walau Symbian yang membuat jarak jauh terasa dekat tapi Androidlah yang merajai Pasar Operating System Smartphone saat ini. Belum lagi Ios-nya Apple yang menawarkan keamanan dan eksklusifitas. Sebagai Urang Piaman, AR akui jikalau julukan Serambi Mekkah memang layak disematkan ke Kota Asmaul Husna tersebut. Ya, kalian akan melihat Plang (tiang pengumuman dari besi, seperti tiang petunjuk jalan tapi dengan desain yang berbeda) yang bertuliskan 99 Asmaul Husna di sepanjang jalan utama Kota Padang Panjang. Kapan Jakarta meniru Padang Panjang?
image

Salah satu alasan (berdasarkan pengamatan AR) penyematan Serambi Mekkah ke Kota Indah ini adalah bertebarannya Pondok Pesantren dan/atau Sekolah Islam. Corak pendidikan akan menentukan corak sebuah kota/negara. Jikalau do’a masuk dan pulang sekolah disamakan untuk semua murid yang berbeda keyakinan maka Indonesia tak akan seagamis seperti saat ini ketika anak cucu kita telah memimpin negeri. Sesuatu yang besar dimulai dari hal kecil dan anak kecil, lebih mudah mendoktrin “anak kecil” dibandingkan anak besar. Ketika do’a sudah disamakan maka bukan tidak mungkin semua orang akan menganggap sama semua Agama. Ketika semua sudah sama maka urgensinya berkurang bahkan akan hilang. Jika anak cucu kita sudah tak menganggap agama penting maka mereka akan menjadi atheis ketika urgensi agama sudah bernilai nol.

Analoginya kurang lebih seperti ini:
“Kawan sekalian setiap hari menggunakan Commuter Line (Kereta Rel Listrik) untuk menuju tempat kerja/kuliah. Kebetulan kantor dan/atau kampus kawan sekalian berada di Manggarai. Pertanyaannya, apakah kawan sekalian menganggap penting pilihan jurusan KRL untuk menuju Manggarai?. Fyi, seluruh KRL yang berangkat dari Stasiun Bogor pasti melewati Manggarai (Rute KRL Jabotabek).”

Walau hampir semua Agama itu punya tujuan akhir yang sama (esensinya) yaitu Surga/Nirwana/Heaven tapi setiap Agama memiliki kriteria yang berbeda untuk penghuni Surga. Dalam pandangan Islam, setelah diutusnya Nabi Muhammad SAW maka hanya ada satu Agama yang haq/benar yaitu Islam. Sehingga hanya satu Agama yang mendapatkan jaminan Surga yaitu Islam. Yang perlu diingat adalah time test-nya yaitu batas waktunya ketika dimulainya Dakwah Rasulullah SAW sekitar 14 abad yang lalu. Dengan time test itu maka Umat Islam percaya kepada seluruh Nabi dan Rasul sebelum Muhammad SAW. Umat Islam percaya bahwa ajaran Adam a.s. sampai dengan Isa a.s. adalah haq/benar dizamannya. Berikut dua ayat Al Qur’an yang dengan gamblang menggambarkan hal ini (sumber dari sini):

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shaabi-iin orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memisahkan (memberi keputusan)di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu .(QS. Al-Hajj: 17)

Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (QS. Ali Imran: 19)

Adat adalah hasil budaya, buah pikir manusia yang diterima masyarakat. Jika penerapan Agama bisa diukur tingkat keagamisannya karena standar yang tetap maka tak begitu dengan Adat Budaya, standarnya berubah menurut zaman. Begitu pula dengan Adat di Minangkabau, Darek memiliki beberapa Adat yang berbeda dengan Pesisir. Salah satu yang paling menonjol adalah Adat Pernikahan/Perkawinan. Contoh esktrimnya adalah adanya Tradisi Bajapuik di Pariaman yang tak dimiliki Darek. Mengenai Bajapuik di Pariaman pun telah mengalami pergeseran makna dan tata cara. Lain waktu AR akan menceritakan sejarah perubahan makna dan tata cara Bajapuik di Piaman Laweh (Pariaman yang Luas).

Bajapuik adalah aturan Adat Pernikahan yang mengharuskan Pihak Keluarga Wanita memberikan sejumlah harta kepada Pihak Keluarga Laki-Laki, misal Rp. 10.000.000. Setelah menerimanya, Pihak Keluarga Laki-Laki akan menambahkan harta seseuai kemampuannya (biasanya lebih besar dari pemberian Pihak Wanita), misal sebesar Rp. 20.000.000. Seluruh dana sejumlah Rp. 30.000.000 tersebut akhirnya akan diserahkan kepada Pasangan yang baru menikah untuk digunakan sebagai Modal dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Kalau dalam akuntansi, Harta Bajapuik itu semacam Stock Capital/Modal Kerja. AR pernah mendengar cerita Bajapuik dari Paman Istri dimana Pihak Wanita menyerahkan uang sekitar Rp. 100.000.000 dan pasangan baru menerima sebuah Rumah dari Pihak Keluarga Laki-Laki yang nilainya lebih dari dua kali lipat dari pemberian Keluarga Wanita. Itu Tradisi awal Bajapuik, kini sudah mengalami pergeseran.

Begitulah Agama, Standarnya akan selalu sama sepanjang masa. Standar itu akan selalu sama baik di tempat ia berasal maupun tempat yang baru. Tak begitu adanya dengan Adat, Standarnya akan selalu berubah mengikuti selera penggunanya. Seorang Wanita Asing memakai Swimsuit di Pantai Gandoriah Pariaman akan dibilang tak beradat. Jangan kita biarkan Agama diubah-ubah seperti mengubah Adat Budaya.

Iklan

Komentar Disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s