Habibie Presidenku, Siapa Presidenmu (Bagian Terakhir)

Training ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi dan negosiasi AR dan peserta lainnya. Pak Ikhwan dulunya satu profesi dengan AR, Aparatur Sipil Negara. Jadi, beliau sangat tahu luar dalam instansi ini. Awalnya AR kira, training ini akan penuh dengan praktek komunikasi tapi kenyataannya berbeda. Training ini membahas hal utama dalam komunikasi yaitu manusia itu sendiri.

Critical Point ketika sedang bernegosiasi adalah sejauh mana kita bisa MEMANUSIAKAN MANUSIA, bagaimana kita bisa memahami siapa mereka. Memahami tentu harus mengenali seperti pepatah “Tak Kenal maka Tak Sayang”. Jadi, salah satu cara memanusiakan manusia adalah mengenali tipe kepribadiannya.

Sudah banyak pembahasan mengenai tipe-tipe kepribadian. Dulu AR dianjurkan membaca buku Personality Plus ketika masih bermimpi di sebuah Multi Level Marketing. Buku itu membagi manusia menjadi 4 kelompok yaitu Koleris, Sanguinis, Melankolis, dan Plegmatis. Pak Ikhwan Sopa juga membagi manusia menjadi 4 kelompok berdasarkan posisi otak. Dua kelompok dengan kekuatan di otak kiri dan dua lainnya dengan otak kanan yang lebih dominan. Setelah mengisi kuesioner, AR bergabung dengan kawan-kawan satu kelompok di Kiri Belakang. Sepenglihatan AR, kelompok kami yang paling banyak jumlah anggotanya. Setelah semua menempati kelompoknya masing-masing, tersisa tiga orang yang tak beranjak dari tempatnya dan kamipun tertawa. Kuesioner lembar kedua dijawab mereka bertiga dengan hasil seri, mereka manusia tengah-tengah. Akhirnya sang trainer memberikan pertanyaan ke 3 peserta itu untuk mengetahui kedominanan mereka.

Kelompok Kiri Depan adalah peserta pertama yang menyelesaikan tugas dari Pak Ikhwan. Jadi, kami diminta untuk mendiskusika beberapa hal seperti film favorit, lagu favorit, tokoh idola, sifat yang menjadi keunggulan dan sebaliknya, serta membuat yel-yel atau slogan. Sang trainer berkata jika kelompok ini memang selalu begini, menjadi yang pertama adalah tujuan hidupnya. Tokoh idola kelompok ini adalah Adolf Hitler dan seluruh ruangan pun bersorak termasuk sang trainer. Pak Ikhwan sudah menyiapkan slide yang menggambarkan tokoh terkenal dari kelompok ini dan yang muncul adalah Michael Corleone, The Godfather. Kami pun memberi applaus ke kelompok 1 karena sudah memilih tokoh yang berasal dari kelompok mereka, kelompok petarung. Inilah kelompok yang didarahnya mengalir jiwa kompetisi, tak mau kalah, tegaan, dan sifat-sifat diktator lainnya. Film yang paling cocok untuk mereka adalah Braveheart, Die Hard, dan sejenisnya. Dan hebatnya, kawan-kawan di kelompok ini memilih We Are The Champions-nya Queen sebagai lagu favorit. Di kelompok inilah lahir pemimpin-pemimpin diktator yang melegenda, memimpin adalah hobinya. Kata/frasa/kalimat yang disenangi kelompok ini seperti pokoknya/intinya (contoh: Tenang pak, pokoknya semua beres). Mereka selalu berbicara tentang saya, mereka narsis. Tapi, ada yang lebih narsis dari kelimpok ini. Jika diajak untuk hangout, mereka bertanya “Gw dapet apa?”. Tahukah sidang pembaca sekalian siapa Presiden Indonesia yang paling mewakili kelompok ini? Ya benar sekali, Jenderal Besar Soeharto lah orangnya.

image

(Sumber foto dari sini)

Sekarang giliran kelompok Kanan Belakang, kelompok yang menjadi antonimnya Kiri Depan. Dialah Gandhi bukan Mussolini, dialah Madam Teresa bukan Margaret Thatcher. Dialah yang lebih mementingkan orang lain dibandingkan dirinya. Dan luar biasanya, peserta dari kelompok ini memilih Robin Hood sebagai tokoh idola. Cocok sangat, merampok demi orang lain. Inilah kelompok yang ketika di ajak bepergian maka mereka akan bertanya, “sama siapa?”. Merekalah orang-orang yang tak pernah tega menyakiti orang lain walau mereka benar. Yang paling mengesankan adalah lagu favorit kelompok ini, “Sakitnya Tuh Disini by Cita Citata”. Manusia yang perasaannya lembut dan berlebihan dalam merasakan sesuatu. Film favorit kelompik ini seperti Ada Apa Dengan Cinta, Romeo Juliet, dan percintaan mengharubiru lainnya. Taukah kawan sekalian siapa Presiden yang masuk kelompok ini? Bukan Jokowi tapi Megawati Soekarno Putri.

image

(Sumber foto dari sini)

Kelompok Kanan Depan adalah kelompok yang sering kita sebut “The Soul of The Party”, ga ada lo ga rame! Kelompok ketiga ini adalah mereka yang gila eksis, dimana dan kapan saja. Merekalah sang Workaholic. Mereka bisa kerja lembur tanpa dibayar asal passionnya tersalurkan, hanya masuk Rumah Sakit yang bisa menghentikannya. Selalu tentang saya, ga ada tentang mereka. Selalu heboh walau kita semua sedang susah. Merekalah sang Master of Ceremony, pembawa acara. Jika ada yang setiap tingkah lakunya selalu diupdate di media sosial, itulah dia. Entah makanan, minuman, baju, sepatu, bahkan kucing tetangga mati pun jadi objek updatean. Rencana adalah hal tabu bagi manusia bertipe ini, spoantanitas mengalir didarahnya. Birokrasi adalah hal menakutkan bagi mereka, repot! Kelompok inilah yang sering menjadi biang kerok. Jika diajak hangout maka mereka bertanya, “Gw bisa ngapain di sono?”. Mereka lah orang-orang yang ketika bertemu masalah pelik maka akan punya solusi “gila”, GITU AJA KOK REPOT? Superman adalah contoh paling ekstrim dari kelompok ini, underwearnya aja di luar. Tentu semua bisa menebak siapa Presiden kita yang paling mewakili kelompok ini, Almarhum Gus Dur. Dan yang paling fenomenal adalah Jokowi alias Joko Widodo. Tak ada masalah rumit bagi Jokowi, semua mudah.

image

(Sumber foto dari sini)

The Last but not Least, Kiri Belakang. Antonim Kanan Depan. Inilah para ilmuwan, pemikir, analis, akuntan, dan profesi yang membutuhkan ketajaman analisa lainnya. Kelompok inilah yang banyak melahirkan para jenius seperti Einstein. Merekalah yang hidupnya harus dipandu dari luar, pekerjaan tanpa SOP (Standard Operating Procedures) adalah kiamat. Membuat rencana matang adalah keahliannya tapi tak pernah dilaksanakan. AR masuk kelompok ini, senyum-senyum sendiri kalau melihat kekurangan diri. Ketika sekolah dulu, orang tua adalah alasan yang sangat kuat untuk menjadi yang terbaik. Kini, hidup damai saja. Kami lah orang-orang yang sulit memotivasi diri sendiri. Asal ada data akurat maka semua bisa diselesaikan walau itu menyakitkan. Kelompok inilah yang suka berputar-putar dalam bicara. Kami lah yang berkata, “Pulangnya jam berapa?” jika diajak hangout. Kelompok inilah yang membuat laporan bisa berlembar-lembar lebih banyak. Kami lah yang bisa memberikan pembahasan lengkap untuk bahan di pengadilan. Tentu kalian semua tahu siapa Presiden kita yang mewakili ini, dia lah Prof. Dr. Ing. Baharuddin Jusuf Habibie.

image

(Sumber foto dari sini)

AR baru sadar kalau cara kerja Jokowi sering ga masuk akal karena kami dari kuadran yang bertolak belakang, pantaslah.

Setiap manusia memiliki kepribadiannya masing-masing, setiap diri itu unik. Walau dalam kelompok sama tapi intensitas belum tentu sama. Memahami tipe kepribadian manusia akan sangat membantu dalam komunikasi. Anak yang bertipe Kiri Depan, tak perlu diingatkan untuk meraih Juara 1. Mereka adalah para petarung. Tapi, anak-anak dari kelompok 1 harus diajarkan toleransi dengan mengenal sekelilingnya. Jangan sampai dia menjadi Don Corleone selanjutnya. Begitu juga anak-anak dari kelompok lainnya. Alhamdulillah, AR mendapat ilmu yang sangat berguna untuk menghadapi Uni dan adik-adiknya nanti. Kita harus mengerti mereka dan membantunya mengatasi kekurangannya.

Habibie Presidenku, Siapa Presidenmu?

Iklan

Komentar Disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s