Habibie Presidenku, Siapa Presidenmu?

Hari ini AR mendapatkan ilmu yang sangat berguna untuk kehidupan di lingkungan kerja maupun di luar lingkungan kerja. Adalah Pak Ikhwan Sopa yang memberikan ilmunya di In House Training (Pelatihan yang diadakan di dalam tempat kerja) yang diadakan oleh Kantor AR. Menurut artikel ini, beliau adalah salah satu Alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) yang sukses di luar kebiasaan (baca: Di luar Kementerian Keuangan dan/atau Bidang terkait Keuangan), seorang trainer yang cukup sukses dan telah menulis buku berjudul “Manajemen Pikiran dan Perasaan”.

image

(Sumber foto di sini)

Sehabis AR mengisi daftar absensi, AR mencoba celingak-celinguk mencari sosok Pembicaranya. Ternyata beliau sedang berbincang dengan Kepala Kantor dan seorang Senior. Oot (Out of Topic) dikit, tahukah kalian kenapa daftar itu dipanggil “Daftar Absensi” bukannya “Daftar Presensi/Daftar Hadir”? Di tengah KRL yang sedang melaju ke Kota Bekasi, AR mencoba merenung, why? IMHO, kebiasaan itu sulit dihilangkan dan ini salah satunya. Penyebutan Daftar Kehadiran dengan Absensi tidak terlalu prinsipil namun memiliki filosofi yang mendalam :
“Pemberian nama ini menunjukkan kita sering mengabaikan keberadaan, ketika dia menghilang barulah terasa menyesakkan”. Hahaha, AR sedang rindu dengan si Uni dan Anak Mertua. Tolong dimaklumi saja :).

Pak Ikhwan memulai trainingnya dengan menunjukkan sebuah slide yang menunjukkan 4 gambar yang berbeda. Di Kuadran Kiri Atas terpampang Bumi yang ditiban dengan tulisan “SOLD”, di Kuadran Kanan Atas terlihat seseorang yang menggunakan kaos dengan tulisan “Yes I am Me” di bagian punggung , di Kuadran Kiri Bawah tersedia Gambar Otak manusia dengan segala bagiannya, sedangkan di Kuadran Kanan Bawah terlihat punggung sekelompok orang yang sedang bergandengan/berpelukan. Ada yang mengerti gambar ini? Seketika itu juga AR menarik kesimpulan.

image

(Sumber foto di sini)

Trainer berbatik itu membagikan kuesioner yang terdiri dari dua lembar kertas. Di masing-masing halaman tersedia beberapa frasa (kumpulan kata) yang saling berhadapan dengan dua kotak kosong di masing-masing nomor frasa. Beliau memberikan instruksi untuk memilih frasa yang paling mewakili AR dengan memberikan check list di kotak kosong di tengah kertas tersebut. Jawablah dengan jujur himbaunya.

Masing-masing peserta sibuk dengan kuesioner didepannya. Ada kejadian yang cukup unik ketika kami semua selesai mengerjakan soal-soal tersebut, begini ceritanya….

(Nyambung besok lagi kawan)

Iklan

Komentar Disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s