Zaki ( halaman kedua)

“Abis abis abis”, logat ngapak sopir Koasi (nama panggilan untuk angkot di Kota Bekasi yang berwarna orange kemerah-merahan, Koperasi Angkutan Bekasi singkatannya) itu masih belum hilang. Jarang-jarang logat si nyong berada di belakang kemudi plat kuning ini, biasanya logat batak yang khas terdengar. Zaki terus berjalan masuk ke area Swalayan di Pusat Kota Bekasi ini. Entah sejak kapan jalanan di samping Swalayan itu menjadi terminal bayangan, Pemerintahan Kota Bekasi yang baru masih saja belum bisa merelokasi dan memberikan solusi untuk trayek Pangkalan Jati-Perumnas 1 ini.

“Allahu Akbar Allahu Akbar”, suara merdu muadzin terdengar di sore terik ini. “Pas banget, masih sempet rebahan sebelum bertemu orang itu”, pikir Zaki. Zaki terus menyeberang jalan dan tiba di depan Kompleks Islamic Center Bekasi, ini kali kedua Zaki menginjakkan kakinya di sini setelah pertemuan dengan Abdul Azis tempo hari.
image
(Sumber foto: http://www.islamiccentrebekasi.or.id)

Rabu siang sebulan yang lalu, Zaki memutuskan untuk menunggu Ashar sembari mencari “blind prospect” di Islamic Center Bekasi. Semangatnya berkobar setelah mengikuti training sebuah MLM (Multi Level Marketing) di Batu, Malang. Pundi-pundi uang, hanya itulah yang dihasilkan otaknya ketika melihat orang lalu lalang sepulang dari Puncak-nya Kota Malang itu. Training itu benar-benar gila!

“Maaf, sekarang jam berapa ya?”, senyuman terbaik dikembangkannya. Zaki sudah menyimpan jam tangannya ke dalam tas kerja sehabis berdoa, salah satu teknik ice breaking untuk orang tak dikenal sudah lancar dipraktekkannya. Senyum lelaki dengan leher beton bak Mike Tyson itu ternyata tak sekeras otot-otot lehernya, “Dua lewat mas, siang amat dzuhurnya”. Sambil meluruskan punggungnya di tembok salah satu Masjid terbesar di Pusat Kota Bekasi itu, Zaki tersenyum. “Iya neh, tadi asyik ngobrolin bisnis sama calon investor”. Salah satu yang membuat Zaki berani menjalankan bisnis MLM itu adalah kehebatan sistem pendidikannya. Dari sekian MLM yang pernah diikutinya, High Demand adalah yang terbaik. Bahkan cara berpakaian pun diajarkan, luar biasa! Zaki selalu mengenakan kemaja panjang, celana bahan, sepatu kerja, dan dasi (kaos kaki jangan yang bolong dan longgar karetnya.penting) sejak mengikuti MLM ini. Prinsip utama dalam bisnis modal kecil keinginan besar ini adalah “Jangan Berbohong, Jangan Katakan Seluruhnya”.

Iklan

Komentar Disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s