Zaki (halaman pertama)

“Kenapa Zak, diam aja? Kusut bener tuh muka, sholat dulu sana”.

Anak muda itu beranjak dalam diam. Sepi, tak biasanya rumah ini tak bersuara. Sudah lebih dari sebulan saat Zaki pertama kali berwudhu di kamar mandi rumah ini. Rumah itu cukup besar untuk ukuran Kota Metropolitan, hampir sebesar rumah orang tuanya di Bekasi Utara. Makhluk metropolitan bisa hidup di mana saja termasuk di kotak-kotak apartemen, persis seperti makhluk primitif karangan Charles Darwin yang hanya numpang tidur di gua-gua sempit. Zaki bahkan pernah membaca artikel tentang loker-loker pekerja di Tokyo, hanya peti mati yang lebih kecil dari bilik-bilik pelepas penat para penggila kerja di Jepang sana. “Kita jauh lebih miskin dari monyet-monyetnya Darwin”, pikirnya.

“Bos, airnya mati neh. Gw ke mushola aja dah, udah sholat lo?”. “Ya udahlah.Cepetan, keburu kiamat ntar”, laki-laki berperawakan kecil itu membalas. Mushola itu berada sekitar 15 meter dari rumah si bos, strategis. Kalau nanti ada rejeki, zaki juga berencana membeli rumah dekat tempat Ibadah.

“Woi Mas Azis, abis ngider ya? Laris neh kayaknya”, teriak Zaki ke Mas Abdul Azis. Lelaki berotot bak penyanyi 50 cent itu pun hanya melambaikan tangan ke arah Zaki. Dia selalu ingat 50 cent dengan otot-otot tangannya jika bertemu Lelaki perkasa, rapper itu menghipnotisnya. Fitness di bilangan Jakarta Timur pernah menjadi tempat mengadu nasib agar otot-otot rapper itu muncul di tubuhnya tapi hanya gejala typus yang didapatnya.

“Besok ke rumah saya aja mas, pasti banyak yang tertarik dengan usaha yang mas tawarkan ini”, itulah kalimat yang membuat Zaki mendatangi rumah dibilangan Bekasi Selatan ini. Mereka bertemu di sebuah Masjid ba’da Dzuhur, tak terasa kini Zaki sudah merasakan betah berlama-lama di kontrakan itu.

Mimpi. Sebulan ini begitu mengejutkan pemuda tanggung itu, bahkan mimpi ketemu Presiden kemarin tak bisa menandinginya. Hidup memang mengejutkan, love it guys. Sholat memang tempat nyaman untuk melamun, setan!!!

Iklan

Komentar Disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s