Prediksi AR : Pasca Pengumuman KPU

1. Siapapun yang menang hari ini atau besok, pertandingan akan dilanjutkan ke adu pinalti alias gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

2. Jika selisih di bawah 3% dan Prof.Yusril turun gunung maka sidang di MK akan menjadi salah satu sidang paling bersejarah di Indonesia. Sepertinya akan sulit membujuk Prof. Yusril karena dua capres ini tak ada yang menarik hatinya. Mungkin diperlukan orang sekaliber beliau untuk bersidang di MK.

3. Walau bawaslu merekomendasikan coblosan ulang di 5800-an TPS di Jakarta (katanya ulangan sabtu kmrn mengurangi suara salah satu kubu), bola tetap ada di KPU. Anyway, kalau di Jakarta saja ada 5800-an, gimana di luar Jawa yang tingkat pendidikannya jauh tertinggal. Semua pihak harus menempuh jalur hukum agar kondisi aman tetap terjaga.

4. Siapapun yang bakal menang, AR yakin Menteri Agama tetap dari Nadhliyin (entah kultural atau struktural). Omongan si Juher (Zuhairi) sudah di-ko pas pileg kmrn. Si Juher berkoar kalau Menteri Agama berasal dari Syiah jika PDIP menang. PDIP sih menang pemilu tetapi tidak bisa mengajukan capres/cawapres sendiri. Mungkin Jalaludin bakal jadi Menag jika omongannya si Juher bener.

image

(Screenshot dari sini)

5. Pemenang sejati di Pilpres Kali ini adalah Partai GOLKAR/Golongan Karya. Apapun yang terjadi, Golkar akan berada di Pemerintahan, dengan catatan ARB harus dilengserkan dari Ketua Umum Partai. Jika ARB tetap jadi orang nomor 1 di Golkar maka kecil kemungkinan Golkar merapat ke kubu Jokowi-JK. Harga Diri ARB tentu dipertaruhkan, apalagi serangan terhadap TV One di Jogja oleh para preman.

6. Siapapun yang menang, undangan perkawinan sesama jenis tak akan ada dalam waktu 5 tahun ke depan tetapi Umat Islam (dan Umat Beragama lainnya) harus mewaspadai perkembangan LGBT di Indonesia. Kita tak bisa pungkiri kalau di kubu nomor 2 bercokol tokoh-tokoh liberal pendukung Lesbian-Gay-Biseks-Transeksual seperti Prof. Musdah Mulia. Ditambah lagi dengan tokoh liberal seperti GM dkk, Sitok Srengenge dan Perkumpulan Salihara-nya,dll. Perjuangan melawan pelegalan LGBT harus terus berlanjut.

7. Yang paling menarik adalah manuver politik parpol-parpol pendukung kedua kubu. Golkar sudah bermain dua kaki dengan dipilihnya Jusuf Kalla sebagai wakil Jokowi. Banyak pendukung Jokowi yang kecewa dengan dipilihnya JK karena beliau adalah pembela Umat Islam ketika kisruh pembangunan gereja beberapa waktu lalu. Demokrat juga ogah-ogahan mendukung Prabowo-Hatta karena baru di gong saat pertandingan akan mencapai klimaksnya. Tak banyak peran Demokrat di dalam Pilpres kali ini. Yang menarik adalah melihat kekonsistenan PKS dan PAN di Koalisi Indonesia Raya. Elite-elite PKS & PAN sering dituduh “mata duitan” dan/atau “menjual ayat” karena selalu berada di pemerintahan. Jika Jokowi-JK menang maka kekonsistenan PKS & PAN akan menjawab tuduhan-tuduhan itu. Tapi, jika PKS & PAN bermanuver dengan meninggalkan Koalisi (yang katanya) Permanen maka tuduhan itu akan makin kencang dihembuskan lawan politiknya. Jika PKS & PAN menjadi oposisi maka AR perkirakan mereka akan melejit di 2019, tentu harus kerja ekstra keras. PKB akan bermanuver politik jika Prabowo-Hatta yang dimenangkan MK (Mahkamah Konstitusi), lihat poin 1. Di dalam politik demokrasi sekuler ini, tak ada musuh abadi dan tak ada pendukung sejati. Liatlah foto yang AR dapat dari bro SF ini, luar biasa ya :).

image

(Foto dari bro SF)

For a Better Indonesia, MERDEKA!!!

Iklan

Komentar Disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s