Pakaian Bekas Impor atau Pakaian Murah Cina?

Pernahkah kawan-kawan membeli barang bekas? Jujur AR pernah, tulisan di atlantis sebagian besar dihasilkan dari smartphone bekas . Kalau membeli pakaian bekas pernah tidak kawan? AR belum pernah membeli pakaian bekas tapi jaket INTER KW Thailand sudah sekali ganti resleting, barang KW lainnya juga ada ^_^. Anyway, lebih mulia membeli jaket bekas atau KW ya?

Pakaian second itu tak ubahnya dengan mobil second, handphone second, motor second, dll. Ortu AR pernah membeli mobil produksi tahun 80-an awal. Dapat dibayangkan gimana kondisi joknya, awalnya sih AR agak ga nyaman menyentuhkan kulit ke jok mobil lawas itu tapi hanya berlangsung beberapa detik, hahaha. Kalau pakaian second, tingkat kegeliannya lebih tinggi pastinya. Ngebayangin pakaian second bekas orang yang punya penyakit kulit menyentuh kulit AR aja udah menggelikan. Aneh ga sih? Pakaian second kan bisa dicuci sedangkan aroma jok mobil lawas itu udah campur aduk (sepertinya ga pernah dicuci selama 20 tahun lebih, hmmm). Terus kenapa pasar pakaian second ada dimana-mana bahkan di ibukota negara tercinta ini walau AR geli membayanginnya? Kalau membahas pertanyaan ini, satu skripsi mungkin tak cukup untuk membahasnya. So, kali ini kita tak akan membahas pertanyaan di atas tapi hanya membahas fakta-fakta terkait pakaian second aja.

Beberapa minggu yang lalu, salah satu pusat pakaian bekas impor di Ibukota Negara tercinta ini dilalap si jago merah. Padahal baru pertengahan bulan kemaren AR berbincang dengan salah satu importir pakaian bekas, eh minggu depannya Pusat Pakaian Bekas di Jakarta itu hangus terbakar (atau dibakar)? [OOT] Yang penasaran dengan jam tangan Felipe Massanya Panglima TNI yang heboh itu dan budgetnya terbatas, masih bisa hunting di Pasar Senen kok. Blok yang terbakar ini terpisah dari blok pusat jam tangan jadi silahkan hunting dan membuktikan Indonesia adalah sarangnya barang KW (baca: tiruan), hehehe.

20140511-054847.jpg

Konon kabarnya Pasar Tanah Abang sengaja dibakar di awal millenium baru dan yang dirugikan mayoritas adalah pedagang pribumi karena mereka tak bisa membayar sewa toko yang naik tinggi. Kalau sekarang, tak taulah penyebab Pasar Senen terbakar. Tapi, banyak isu yang berkembang terkait kebakaran yang terjadi di saat sebagian besar warga Ibukota sedang terlelap tidur. Mulai dari pedagang yang mengatakan kebakaran tidak wajar karena titik api ada dimana-mana, Anggota DPR yang heran kebakaran Pasar Tradisional (Pasar Senen dan Pasar Rumput) terjadi di waktu yang hampir sama, dan rencana renovasi Blok 3 Pasar Senen yang dikait-kaitkan. Menurut AR, kebakaran ini terjadi karena kelalaian manusia. Kelalaian mengawasi pelaku pembakaran jika memang dibakar orang tak bertanggung jawab atau kelalaian merawat gedung jika memang penyebabnya korsleting listrik, dengan syarat “Kebakaran bukan Kesengajaan Pengelola atau Antek-Anteknya”.

Beberapa bulan yang lalu, AR sekeluarga memarkir mobil di Lantai Atap Blok III Pasar Senen karena parkiran di luar gedung penuh. Itu adalah pengalaman pertama mengunjungi Lantai 3 pusat pakaian bekas ini. Jika kawan pernah berkunjung ke Pusat Pakaian Bekas ini, aroma apek sangat terasa di lantai atas. Di lantai ini penuh dengan pedagang pakaian second dan ventilasi gedung yang buruk serta kombinasi umur gedung yang sudah tua memperburuk suasana apek di lantai 3 itu. Kalau beruntung, kalian akan mendengarkan dendang lagu minang di lantai tersebut.

20140511-055326.jpg(Sumber foto: http://www.tribunnews.com)

Menurut importir pakaian bekas itu, banyak orang minang berjualan pakaian bekas karena Islam (baca: agama) tak mengharamkannya. Daripada berjualan narkoba, lebih baik berjualan jaket second dari Korea. Memang negara mengharamkannya dengan (salah satu) alasan melindungi industri tekstil dalam negeri tapi rakyat dicekokin dengan pakaian murah dari Cina. Pemerintah dzolim yang lebih mencintai barang impor dari cina, sudah pasti tak akan dipatuhi oleh seluruh rakyat. Kalau mau pelarangan ini dipatuhi maka jadilah pemerintah yang adil, insyaAllah.

Pelarangan impor pakaian bekas sejatinya sudah berlangsung sejak zaman Soeharto (sekitar tahun 1982) tapi mulai ramai diperbincangkan lagi sejak item pakaian bekas yang dilarang ditambah beberapa tahun yang lalu. Pelarangan itu tak pernah berjalan efektif karena pemerintah yang sering ingkar janji. Katanya melindungi produksi dalam negeri tapi pakaian murah cina diimpor seenak hati. Lindungilah produksi dalam negeri dengan memberikan subsidi sehingga kualitasnya bisa setara dengan pakaian dari eropa dan korea, insyaAllah rakyat akan berpikir ulang untuk membeli pakaian bekas impor. Jadilah penjelasan Kementerian Perindustrian ini menjadi tak berarti.

Negaraku oh Negaraku, kok maunya dibodoh-bodohin pengusaha asing itu.

20140511-055836.jpg
Pakaian second impor punya pasarnya sendiri, punya pelanggan setianya sendiri. Mulai dari rakyat miskin, rakyat yang kecewa dengan kualitas pakaian murah cina, rakyat yang sedang berjuang menjadi artis terkenal (kalau ini AR mendengar sendiri dari pedagang di Cimol Bandung), dan mungkin kawan pembaca adalah pelanggan setia pedagang pakaian bekas. Membeli pakaian second impor harus membuang gengsi tinggi untuk mendapatkan barang berkualitas dengan harga murah meriah, di mana lagi bisa mendapatkan Jas dengan harga Rp. 50.000? Gengsi tinggi memang menjadi momok bagi bangsa ini, lebih baik menggesek Kartu Kredit daripada membeli barang bekas.

Beberapa tahun yang lalu, Importir pakaian bekas pernah diundang ke DPR dan salah satunya mengusulkan agar pakaian second impor itu tetap diizinkan beredar di Indonesia tetapi dibatasi peredarannya. Kita harus berpijak pada kenyataan bukan khayalan. Selama rakyat miskin masih banyak dan pemerintah tak bisa menyediakan sandang berkualitas tinggi dengan harga murah maka pakaian second impor akan tetap berjaya dan terus beredar di negeri tercinta ini. Kawan, perhatikanlah sekitarmu dan akuilah kita tak semakmur Brunei Darussalam. Cita-cita pendiri bangsa ini masih belum berhasil diwujudkan walau kita sudah merdeka lebih dari 60 tahun. Membatasi peredaran pakaian rombeng impor adalah langkah tepat saat ini dan pelan-pelan kita hapus kemiskinan dari Indonesia Raya, insyaAllah pasar pakaian bekas impor tinggal kenangan.

Maka sungguh aneh ketika pemerintah melarang impor pakaian bekas padahal banyak yang membutuhkannya, liatlah pakaian murah cina memberangus industri tekstil dalam negeri. Di Bau-Bau, Pemdanya mengizinkan impor pakaian bekas. Bau-Bau diizinkan mengimpor pakaian bekas seperti halnya Sabang mengimpor mobil bekas, kalau sudah keluar dari Bau-Bau jadinya barang haram. Di Bandung, Pemdanya membuat mall pakaian bekas (Cibadak Mall/Cimol namanya, deket SMA saya lokasinya). Di Jawa, rel kereta ganda akan segera bekerja sedangkan Pulau Lain masih berusaha mengaspal jalan-jalannya. Ya ya, pembangunan di Indonesia itu masih tak merata dan masih berpusat di jawa. Jadi, jangan munafik dengan sok melarang impor pakaian bekas tapi rakyat miskin dicekokin pakaian murah cina.

20140511-060711.jpg
(Sumber foto dari sini)

Dari importir itu juga AR tahu kalau diantara negara berkembang (baca: miskin), hanya Indonesia yang mengeluarkan pelarangan impor pakaian bekas. Malah di Malaysia dan Singapura, mereka mengimpor pakaian bekas terus mencucinya/melaundrinya terus mengekspornya ke Afrika, India, termasuk Indonesia. Kalau memang kita negara maju dan sudah tak butuh pakaian second para bule itu maka izinkan importir itu menambah devisa negeri ini dengan mengekspor kembali ke negara miskin lainnya, gimana? Kunci keberhasilan pelarangan pakaian bekas ini adalah kepatuhan dari importir-importir pakaian bekas.

Importir pakaian second yang berbincang dengan AR itu pernah berniat berhenti dari usahanya tetapi pedagang-pedagang kecil meminta beliau tidak melaksanakan niatnya. Pedagang eceran pakaian bekas (dari minang khususnya) masih membutuhkan beliau karena harga yang ditawarkan tidak terlalu mahal, beda dengan importir dari suku lainnya. Katanya, ada dua suku besar yang menguasai peredaran pakaian bekas di negeri ini: Minang dan Batak. Rasa kesukuan/chauvinisme sangat kental dalam berjualan barang terlarang, termasuk pakaian rombeng ini. Kalaupun seluruh importir pakaian second berhenti berusaha maka ada sekian ribu pedagang eceran yang kehilangan pekerjaannya, bisakah negeri ini menyediakan lapangan pekerjaan untuk mereka?

Semoga negeri ini secepatnya menjadi negeri yang adil dan makmur sehingga tak ada lagi yang membeli pakaian bekas impor. Rakyat yang kurang mampu tapi ingin memiliki barang berkualitas, tak akan malu malu membeli pakaian bekas dalam negeri karena berkualitas tinggi. Liatlah di Amerika, Pasar Pakaian Bekasnya dipadati pengunjung . Memang di Bandung ada Factory Outlet Barang Bekas tapi harga yang ditawarkan sangat mahal di kantong rakyat miskin. Semoga Presiden terpilih nanti bisa memakmurkan negeri ini, aamiiin ya Robbal ‘alamin.

FOR BETTER INDONESIA, MERDEKA!!!

20140511-061353.jpg (Sumber foto dari sini)

Iklan

9 pemikiran pada “Pakaian Bekas Impor atau Pakaian Murah Cina?

  1. saya islam. kalo pakaian bekas itu halal. tidak halal jika jalur impornya ilegal. karena negara ini dipimpin pemerintahan yang sah menurut islam. negara islam meski pemimpin dzolim bukan berarti kita ikut2an. cmiwwww

  2. saya islam. kalo pakaian bekas itu halal. tidak halal jika jalur impornya ilegal. karena negara ini dipimpin pemerintahan yang sah menurut islam. negara islam meski pemimpin dzolim bukan berarti kita ikut2an. cmiwwww

    oya. jangan lupa kalo menjual bekas bilang bekas. jangan bilang baru. nah itu yang diharamin. 😉

    1. Makasih kunjungannya gan

      Setuju gan… Dalam Ilmu Fiqih, ini berada dalam wilayah khilafiyah gan… mematuhi ulil amri itu harus tapi puasa ramadhan aja ga bisa bareng, gimana gan? Dalam ranah khilafiyah maka pertanggungjawaban kehalalannya nanti di akhirat aja gan, bakal debat kusir di dunia ^_^. Dari sisi pemerintah, ya barang haram gan tapi pemerintahnya kok diam ya gan?

      Ane hanya menyampaikan pikiran dari importir & pedagang pakaian bekas itu gan… Mereka tetap berjualan karena agama tak melarangnya… Ane apresisasi mereka karena tak banting stir menjual dvd & vcd bajakan. Lebih besar mudharotnya menjual dvd bajakan drpd baju bekas…

      Pemerintahan ini pasti sah menurut umat Islam Indonesia tapi pemerintah yang labil… Di Bau-bau diizinkan impor pakaian bekas, di Sabang diizinkan impor mobil bekas, dan kebijakan aneh lainnya. Kita ini negara kesatuan & kepulauan maka kebijakan harus satu, kalau kebijakannya mencla-mencle jadinya penyelundupan merajalela.

  3. Gelapp blognya… ga enak diliat bikin sakit mata.. trus yg comen bego.. bawa2 agama segala.. judulnya aja baju bekals.. tolol dan rasis

    1. iya gan mata ku jadi menangis.
      bukan apa2 sih.
      cuman karena baca tulisan putih di BLOK HITAM
      tolong dong ke depan kalo buat blok yang SEGER DI MATA
      Moga bermanfaat.

  4. Kami menawarkan Pakaian Bekas Import luar Negeri, dari Cina, Korea, Guangzou, Jepang, Singapura dll. Kami menyediakan berbagai macam Bal / Karung Pakaian Bekas Import baik yg masih mentah ( Bal Segel ) maupun Bal Sortier .Berikut Daftar Harga Bal Segel Kami :

    Bale Campur besar (isi+-600) Rp. 4.000.000 Bale Super Dress (isi +- 700 pcs) Rp. 4.000.000
    Bale Dress Butik Rp. 7.500.000
    Bale Super Butik (500-550) pcs Rp. 4.500.000
    Bale Blouse Butik isi 500-600 pcs Rp. 4.300.000
    Bale Super Butik Blouse 500-600 pcs Rp. 4.500.000
    Bale Anak Super 700-+ Rp. 4.100.000
    Bale Super Butik 700-+ Rp. 7.300.000
    Bale Jaket Anak Campur (katun,parasut,canvas) Rp. 2.700.000
    Bale Jeans Campur Cowok Cewek Super Rp.4.200.000
    Bale Jaket Jeans Campur Cewek Cowok Rp. 4.000.000
    Bale Kemeja Flanel Rp. 4.000.000(Japan)/ Rp. 4.300.000(Korea)
    Untuk pemesanan hub (085779141852) kami berdomisili di Jakarta

  5. Kami adalah salah satu Distributor Pakaian Bekas Terbesar di Indonesia, Kami menjual berbagai macam Bal pakaian bekas import luar Negeri seperti Cina, Korea, Jepang, Usa dll. Tersedia berbagai macam Bal Pakaian Bekas Import baik yg masih mentah (bal segel) maupun Bal Sortier dan Kami melayani Pembelian/Order di seluruh Indonesia.
    ———————————————————————
    Berikut daftar bale second import :

    Bal Rok Sari: Rp. 5.000.000 isi 300 – 350 pcs

    Bal Jeans Campur Cowok Cewek Biru: Rp. 3.500.000 isi ± 400 pcs

    Bal Kemeja Flanel: Rp. 6.500.000 isi 700 pcs

    Bal Kemeja Tangan Panjang Cowok: Rp. 6.400.000 isi 400 pcs

    Bal Kemeja Tangan Panjang dan Pendek Campur: Rp. 6.700.000 isi 400 pcs

    Bal Celana Jeans Cowok Biru: Rp. 6.500.000 isi ± 350 pcs

    Bal Dress Pesta/Gown: Rp. 8.000.000 isi 300-350 pcs

    Bal Baju Anak Campur: Rp. 3.000.000 ( usia 0-5 thn) atw Rp. 4.400.000 (5 thn -up) isi 500 – 600 pcs

    Blazer Korea: Rp. 5.200.000 isi ± 400 pcs

    Blezer Japan: Rp. 4.500.000 isi ± 400 pcs

    Jaket Anak Campur: (katun,parasut,canvass) Rp. 4.500.000 isi ± 350 pcs

    Jaket Jeans Cewek: Rp. 6.200.000 isi ± 350 pcs

    Jaket Jeans Cowok: Rp. 6.500.000 isi ± 350 pcs

    Kaos Oblong Cowok: Rp. 5.200.000 isi ± 600 pcs

    Kaos Ketat Cewek Pendek: Rp. 6.000.000 isi 650 pcs

    Kaos Ketat Tangan Panjang: Rp. 6.800.000 isi ± 600 pcs

    Sweater Topi: Rp. 6.500.000 isi ± 400 pcs

    Tas Korea: Rp. 5.000.000

    Tas Japan Press: Rp. 7.000.000

    Tas Japan Non Press: Rp. 7.200.000
    ———————————————————————

    Cara Pemesanan & Cara Pembayaran

    Kirim dengan Format:
    1. Nama:
    Alamat:
    Kode Produk:
    Harga:
    Jumlah:

    No : 0896 2998 7797
    BBM : 5CDB259F

    2. Kami akan mengirimkan Konfirmasi Total Harga + Ongkos kirim beserta ?Nomor Rekening untuk Transfer?
    3. Setelah transfer bisa melakukan konfirmasi pembayaran melalui TLP/?SMS Ke 0896 2998 7797, BBM : 5CDB259F
    4. Pesanan segera diproses setelah pembayaran diterima
    5. Pengiriman menggunakan Dakota Cargo, Wahana, Herona.

    ” Semua harga yang tercantum belum termasuk biaya Ongkos Kirim”

    Kujungi Website di: http://grosirpakaianbekasimport.weebly.com/

Komentar Disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s