Menulislah Kawan, Abadikanlah Dia

“….Salah satu karyanya yang visioner yaitu Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia) terbit di Kanton pada April 1925. Gagasan visioner Tan ini terbit jauh lebih dulu dibanding Muhammad Hatta, yang menulis Indonesia Vrije (Indonesia Merdeka) sebagai pledoi di depan pengadilan Belanda di Den Haag (1928), dan Bung Karno, yang menulis Menuju Indonesia Merdeka (1933)…. (sumber dari sini)
AyrVqXgCcAA6RM_.jpg large (Sumber Foto dari Sini)

Menulislah jika kau ingin dikenal dunia.

Indah nian kalimat yang AR rangkai pagi ini *narsisdulu. Kalimat di atas tentu tak begitu saja AR ciptakan karena sejatinya merupakan hasil dari membaca dan mendengar dari berbagai sumber.

Menulis adalah kegiatan menuangkan isi pikiranmu, apapun itu. Isi dalam otak kita yang super-komputer ini terlalu sayang jika dinikmati sendiri, kita egois jika tak berbagi dengan orang lain. Berbagi gagasan itu bisa dalam bentuk tindakan, omongan, atau tulisan. Tapi menurut AR, tulisanlah yang terbaik karena dia akan abadi. Jangan pula semua hal ditulis, apalagi rahasia kamar *ngakak.

Memang sih kita bisa berbagi isi pikiran ketika ngobrol ngalor ngidul tapi seberapa banyak ide yang bisa disharing ketika mengobrol? Berapa lama kita tahan duduk di warung kopi membicarakan politik? Berapa lama sampai pasangan kita menyuruh kita segera pulang karena saatnya jalan-jalan? Terus, apakah kita ingat semua hal yang dibicarakan di warung kopi tadi?

Blog, inilah solusi atas problem-problem di atas. Blog adalah salah satu media untuk menulis di zaman internet ini. Kawan-kawan sekalian tak perlu kertas, pensil, pulpen, atau penerbit untuk menulis. Kita hanya perlu akses internet kawan. Tak usah yang super cepat, cukuplah untuk mengupload tulisan dan mengeditnya.

Selain media yang simple (baca: hanya membutuhkan internet untuk mempublish tulisan), banyak sekali manfaat yang kita peroleh dengan menulis di blog, antara lain (diambil dari Buku Cara Dahsyat menjadi Penulis Hebat karangan Jonru Ginting yang dapat kalian beli di sini):
(1) Menurut Donny BU, 4 (empat) manfaat utama berkiprah lewat blog adalah 4X yaitu eXistence, eXperience, eXperiment, dan eXpertise;
(2) Sedangkan menurut Kingsley Tagbo (www.kdkeys.org) yaitu Market your skills, Exercise your head, Exercise your heart, Increase your productivity, Improve your problem solving skills, Find your voice, Decrease your publishing cost, Market to a world wide audience, dan Improve your image.
PUBLISH1 (Sumber Foto dari Sini)

Terus, pilih ngeblog di mana? Kompasiana, Blogspot, WordPress, Tumblr, atau yang lain. AR akan membandingkan Blogspot dan WordPress, kalau yang lain belum dapat info. Kemarin dapat saran blogger motor senior yang sudah hits perharinya 3000-an, katanya: “Kalau pengen eksis dan idealis pilihlah WordPress tapi kalau pengen duit pilihlah Blogspot.” Itu hanya dari sisi iklan saja karena WordPress lebih terseleksi iklan yang ditampilkan dan mereka sudah punya WordAds, kalau Blogspot katanya iklan yang ditampilkan bisa dari link yang mengkhawatirkan. Silahkan googling sendiri untuk memutuskan ngeblog di mana dan ini salah satu blog yang membahasnya.

Kalian pasti sudah lihat kutipan di awal tulisan ini. AR lupa kapan pertama kali mendengar nama Tan Malaka, yang pasti setelah lulus SMA. Masa TK-SMP tak mungkin karena perpustakaan SD dan SMP kurang mendukung. Masa SMA, AR fokus belajar gitar (dan menyerah belajar ketika tak bisa menciptakan nada-nada indah) dan belajar untuk meraih yang terbaik di Ebtanas dan UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri.red).

Ternyata bukan Ir. Soekarno yang pertama kali menuliskan ide tentang Indonesia. Tan Malaka, saudara-saudara. Pelajaran sejarah kita di masa orde baru ternyata penuh kebohongan dan tak komprehensif, tak tahulah di zaman reformasi. Btw, ada yang tak tahu nama beliau? Kalian ketinggalan zaman kalau tak tahu nama beliau, baru beberapa bulan lalu diskusi tentang buku karangan seorang Belanda (Harry A. Poeze) tentang pemikiran Putra Minang itu dibahas di Surabaya. Ada sedikit insiden karena penyelenggara membahasnya di luar kampus dan kawan-kawan FPI (Front Pembela Islam) pun bertindak. Menurut FPI, pemikiran Tan Malaka harus dibedah oleh akademisi. Berbahaya jika dibahas di sembarang tempat.

Begitulah, Tan Malaka agak sedikit dilupakan bangsa ini karena pemikirannya yang oleh sebagian kalangan dianggap terlalu ekstrem. Walaupun begitu, beliau tetaplah yang pertama kali mengeluarkan ide Persatuan Nusantara. AR yakin beliau akan sangat sedih melihat pembangunan ekonomi hanya berpusat di Jawa, oleh karena itu pilihlah Wakil Rakyat/Presiden yang mengedepankan pemerataan pembangunan. Jawa harus memberi jalan kepada Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan pulau-pulai lainnya untuk mengejar ketertinggalan pembangunan. Kalau tak ada perubahan kebijakan maka negara musuh akan sangat mudah menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), cukup dengan menggoyang Pulau Jawa atau malah cukup hanya dengan membanjiri Jakarta.

AR tidak akan membahas pemikiran Tan Malaka karena buku Harry A. Poeze itu belum selesai AR baca. Poinnya adalah saat ini seluruh dunia sudah tahu kalau Tan Malaka lebih dulu melontarkan Persatuan Nusantara dibawah Negara Kesatuan Republik Indonesia daripada Soekarno, 8 (delapan) tahun itu waktu yang sangat lama kawan. Itu semua karena adanya tulisan beliau yang diterbitkan di Kanton pada tahun 1925, coba tak ada? Anyway, kata Ajo Indra Jaya Piliang di kultwitnya ketika FPI membubarkan diskusi di Surabaya di atas, Datuk Sutan Malaka itu lebih ditakuti Belanda dibandingkan Ir. Soekarno.

Menulislah kawan, abadikan pemikiranmu di dunia fana ini.

Madilog3 (Sumber Foto dari Sini)

Iklan

Komentar Disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s