STANDAR GANDA: Ini Ujian Matematika kan? (Episode 4: The Final Answer)

Episode yang lalu:

“…. Anak-anak, bapak mohon maaf karena ada ralat soal. Waktu ujian akan ditambah 25 menit lagi.” Pak Acen pun menuliskan pilihan jawaban yang benar. Tak ada kata terlambat untuk meralat soal seperti halnya tak ada kata terlambat untuk bertobat (kecuali fir’aun la’natullah)….”
_________________________________

“Asem, jabatan kapten gw masih diotak-atik padahal tinggal sebulan lagi, si Cantika bisa minta putus klo gini,” Danar tak ingin jadi jomblo karena adek kelas seksi itu tak bisa membangga-banggakan lagi keKaptenannya ke seantero negeri. Cantika adalah adek kelas yang selalu Danar harapkan muncul di hari pertamanya jadi senior: cantik sesuai namanya, body seksi bak gitar spanyol, baju ketat bahkan saat akan sholat ke Masjid Kampus (Danar mulai memutuskan membodohi gadis seksi ini ketika melihat tubuh cantika dibalut celana tipis dan sesek, orang-orang menyebutnya “leging (“g” disuarakan seperti “j”. Seharusnya leging ini hanya kalian pakai di dalam kamar bersama Suamimu tercinta, hai wanita!!!), dan culun a.k.a lemot. Ketika manusia dalam kondisi sulit maka dia akan selalu ingat Sang Pencipta, bahkan bila atheis sekalipun. Danar mulai merapal seluruh do’a dan ayat Al Qur’an yang dihapalnya sambil meminta kepada Allah SWT agar memberikannya petunjuk. Kalaupun tak diberi petunjuk, keberuntungan sudah cukup untuknya.

“Ingat, ini ujian penjaskes bukan matematika”, terpaksa kata penjaskes pun meluncur dari mulut Pak Acen karena 15 menit sudah berlalu tanpa satupun yang menyelesaikan ujian. Bahkan Elly masih ragu dengan tebakannya.

Di sudut ruangan, ican tersenyum kek ababil ketemu Gubernur Jakarta yang ngartis itu. Begitulah ababil Jakarta yang jauh dari nilai-nilai Islam, kambing dibedakin pun akan di eluk-elukan mereka asal sering nongol di berita. Jauh sekali perbedaan antara pemuda zaman Rasulullah SAW dengan pemuda sekarang. 14 abad yang lalu, Islam menghasilkan pemuda 18 tahun yang menjadi Panglima Perang (Usamah bin Zaid r.a., lihat videonya di sini) tapi sekarang, entahlah.

Namanya Ikhsan (pake kha bukan ha, setiap guru yang salah ucap namanya pasti dapat kultumnya tentang Bahasa Arab. Sang Melankolis Sejati) tp dipanggil ican, Paman-Paman dan Bibi-Bininya lah yang bertanggung jawab dengan nama panggilannya itu. Dengan senyum kemenangan, Ikhsan pun berjalan bak Presiden Negara Sahabat yang disambut karpet merah ke meja pengawas. Di sudut mata, Danar masih garuk-garuk kepala.

“Yan, tadi jawabanmu apa?.” “Si Rusmev aja tuh, sibuk neh,” Yana masih sibuk membolak-balik Koran Tempret.
“Seru banget berita politiknya Yan, ampe ga meleng. Biar gw aja yang jelasin ca, kayaknya Lurah kita tak bisa diganggu. Blog politiknya lagi heboh tuh, hahaha.”

Seperti Guru Les Bimbel CCS (Danar pernah mengoceh dengan mengatakan CCS bukan Cara Cepat Sukses tapi Cara Cepat Salah dan seisi angkot Margahayu-Ledeng yang reot itu pun tertawa di malam minggu yang menyenangkan itu), Rusmev mengambil spidol dan menuliskan analisanya:

1. Ini ujian Pendidikan Jasmani dan Kesehatan bukan Ujian Matematika;
2. Setengah semester pertama ini kita hanya belajar tentang Sepakbola dan Futsal dari Pak Acen;
3. Dalam Sepakbola dan Futsal hanya ada beberapa hal yang bisa diukur dengan angka:
a. Luas Lapangan dan fasilitasnya, termasuk ukuran garis gawang, titik pinalti, dll;
b. Berat bola dan pantulannya;
c. Jumlah pemain dan perangkat pertandingan lainnya;
d. Jumlah Gol;
e. KONVERSI NILAI: TIGA POIN untuk KEMENANGAN, satu poin untuk seri, dan nol poin untuk kekalahan;
f. Dan lain-lain.

Dan caca pun melompat kegirangan bagai memenangkan Olimpiade Matematika bertema Olahraga.

Sementara itu di ruangan ujian, Danar menutup mata dan bergumam “Demi cintaku padamu Cantika, semoga huruf depan namamu membawa keberuntungan. Bismillahirrohmanirrohim.”

-TAMAT-

20140307-150032.jpg

Iklan

4 pemikiran pada “STANDAR GANDA: Ini Ujian Matematika kan? (Episode 4: The Final Answer)

  1. Waduh kalo baca tulisannya kayak main catur super cepat. Tak tik tuk! Susah nih kalo gak santai suasananya! Lagian di standar ganda 5 ternyata panjang bener. Belum habis bacanya. Biarlah mereka berpolitik, berstandar ganda. Bukan kapasitas saya sih, belum kapasitas saya. Jadi belum mau ambil pusing, ya kadang-kadang diambil pusing buat mantau berita aja. Hehe đŸ˜€

    1. Iya emang tergesa2, nulis sambil bayangin tes beasiswa S2… Belum terbiasa nulis jadi gitulah…

      Btw, kurangnya dimana ya… Mohon sarannya

      1. ritme tulisan saja. kalo bisa ya ngikutin yang sudah ada. atau mau bikin sendiri. jadi mau ritmenya seperti novel bisa, kebanyakan para perempuan nih andalannya, mereka suka curhat pribadi mereka, sangat cocok ritme ini.

        kalo buat cowok, ritmenya gaul, dagelan kayak pertamax7.com, ilmiah kesannya kayak indobikermags.com, simple kayak maskurmambang.com, mau santai dan gaul ala jawa indo kayak iwanbanaran.com, mau otomotif tapi blog banget bawaannya kayak tmcblog.com … pokoknya kreatif aja.

        intinya lepas sih. lah mas bro sendiri kan sudah lepas sebenarnya. tapi saya kudu ikutin gaya sampean biar paham. kalo buat pembaca itu maunya memang yang unik, selain isinya, juga gaya bahasanya. kalo mas bro unik keduanya lah. kalo bisa konsisten terus di isi yang unik, pemirsa akan senang walau bacanya kayak lomba catur cepat. jadi tetap konsisten di isi. terus kembangin sendiri ritme tulisan kita.

        karena ritme itu soal adaptasi juga. jadi gak bisa dipaksain. akan datang dengan sendirinya đŸ˜€

      2. Maksudnya lepas itu, punya gaya sendiri ya?

        Ada blogger yg nyaranin sy punya satu tema besar untuk blog, dah sy pikirkan berhari2 ga ketemu juga. Tp setelah dipertimbangkan, tema blog ini ya itu yg di header. Sy sangat terpesona dgn benua yg hilang, Atlantis & novelnya Es Ito. Bisa dibaca dipostingan pertama saya. Indonesia adalah salah 1 t4 yg diduga sbg atlantis kuno. Walau profesor dr brazil itu tak menyebut indonesia, saya tetap percaya negeri ini adalah negeri atlantis jaman modern. Kita kaya segala2nya tapi miskin. Itu semua karena salah kelola.

        Semoga dgn tulisan2 saya, pemimpin dan wakil rakyat yg terpilih bisa mengelola negeri kaya yg kita cintai ini dgn sebaik2nya.

        Anyway, saya pengen bikin novel karenanya ada subtema fiksi di Politik. 4 edisi cerbung standar ganda hanya perkenalan saya saja, saya sebenarnya pengen ada yg ngasi saran terkait cerita fiksi saya itu. Jadi memang akan ada dua versi tulisan di sini : fiksi dan non fiksi. Non fiksi bisa tentang pemahaman saya terkait Agama ( Rizqi bukan Gaji), politik (dah banyak ^_^), dll, tentang klub bola favorit saya (Internazionale).

        Enaknya gimana ya biar pembaca ga bingung, any advices?

Komentar Disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s