STANDAR GANDA: Ini Ujian Matematika kan? (Episode 3: Ralat yang Tak Pernah Terlambat)

Episode yang lalu:

“….Khusus kau Danar, ban Kapten Basket akan berpindah ke orang lain jika kau tak menjawab dengan benar. Satu bulan lagi ban Kapten itu seharusnya masih jadi milikmu tapi akan bapak evaluasi untuk perlombaan besok. Bapak butuh Kapten yang lebih baik darimu, kalian sudah terlalu sering tidak juara dan perlombaan besok adalah yang terakhir untuk angkatan tiga”, Pak Acen berhenti di meja Danar sambil memegang pundaknya….”
______________________________

Ada suara ketokan pintu, siapa yang senekat ini mengganggu jalan ujian di ruangan kelas Pak Acen. Kalau tak ada hal darurat, sudah pasti akan disemprot yang sedang berdiri di belakang pintu itu. Tak ada yang boleh mengganggu ketenangan ujian, gorden biru yang bahannya sangat mirip dengan bahan Baju Pesiar siswa itu pun melaksanakan tugasnya.

“Tandre, aya naon yeuh?”. Dengan raut muka tegang Pak Tandre berbisik, “Kita ngobrol di luar saja”. “Sory euy, ada kesalahan di pilihan jawaban. Seharusnya pilihan jawaban (d) itu 5 dan (e) itu 6. Saya kemaren agak terburu-buru dan kurang konsentrasi saat mengecek draft soal dari sampeyan”. Dengan tersenyum, bahasa jowo Pak Acen tak bisa menutupi logat sundanya , “Aku Rapopo ndre, sampeyan kan lagi prepare pernikahan yang pertama. Aku akan bilang ke anak-anak dan menambah waktu ujian. Sebentar, tadi sudah enam orang yang selesai. Maturnuwun yo”. Sambil berdecak kagum, Pak Acen memeriksa jawaban enam orang siswa tersebut. Dari enam orang, ternyata hanya satu orang yang jawabannya salah. Dan jawaban dua orang itu sungguh luar biasa, Rusmev dan Axl selalu membuat kagum guru dan karyawan. Sementara di lapangan upacara, seorang satpam tampak tegap berlari ke arah Perpustakaan.

“Anak-anak, bapak mohon maaf karena ada ralat soal. Waktu ujian akan ditambah 25 menit lagi”. “Alhamdulillah, baru aja mau nanya jawaban D salah atau ngga”, Elly bergumam. Pak Acen pun menuliskan pilihan jawaban yang benar. Tak ada kata terlambat untuk meralat soal seperti halnya tak ada kata terlambat untuk bertobat (kecuali fir’aun La’natullah).

“Wanita ini telah bertaubat yang jika taubat itu dibagi-bagi bagi tujuh puluh penduduk Madinah niscaya mencukupi mereka, dan apakah engkau dapati yang lebih baik daripada orang yang datang menyerahkan dirinya kepada Allah SWT? (HR. Muslim) “

Catatan kaki:

1. Hadits Riwayat Muslim di atas diambil dari pembahasan tobat di sini

2. Kalau di film-film, episode ini adalah deleted scene. Adegan yang dihapus karena tak ada pengaruhnya ke dalam cerita. AR tak sempat menulis Episode 4: The Final Answer (semoga cukup dengan satu episode) karena harus menyisihkan waktu untuk mengaji, bukan karena Program ODOJ (One Day One Juz) tapi karena pengen punya amal yang bisa dibanggakan di akhirat kelak, Aamiiin ya Robbal ‘alamin. Keluarga ODOJ 567, yang salah satu ikhwannya berdomisili di Jerman, hanya sebagai penyemangat. Kemarin AR tak selesai membaca 1 (satu) juz karena sedang tugas lapangan dan alhamdulillah tak ada yang marah walau tak diambil alih ikhwan yang laen jatah AR.

3. Kita lakukan polling lagi ya kawan-kawan. Semoga ada yang menjawab dengan benar:

Iklan

8 pemikiran pada “STANDAR GANDA: Ini Ujian Matematika kan? (Episode 3: Ralat yang Tak Pernah Terlambat)

    1. Ditunggu Episode Final Answernya ya bro, saya usahakan hari ini terbit… 😁

      Makasih kunjungan & komennya, salam kenal

Komentar Disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s