STANDAR GANDA: Ini Ujian Matematika Kan? (Episode 2)

Episode yang lalu:
[…“Bangun tukang molor”, guru itu membangunkan Danar sambil menyentuh tangannya dibantu air sedingin es | “An**** apain neh”, Danar menunjukkan betapa gaulnya dia dengan kosa kata yang biasa dipakai di terminal Leuwi Panjang | “Eits, push up satu seri, cepat” | “Aya naon iye?”, Danar menjawab dengan pipi kanannya yang masih merah karena mengukur meja. “Sory Pak, saya ga sengaja”, Danar pun memompa bumi sepuluh kali….]
Selengkapnya di sini

__________________________________

“Klo emang dah kelar, dikumpulin atuh, jgn molor di kelas. Udah seger sekarang kan?”. “Belum slesai keles, sory pak. Aduh mulut gw. Abdi nggeus nyerah pak, tanding basket wae lah”, Danar makin salah tingkah dengan jawabannya barusan. Tidur itu bisa menjadi solusi sementara ketika persoalan menghimpit bertubi-tubi tapi hanya sementara, persoalan akan langsung menyergap otak kita seperti anjing kelaparan ketika pak guru membangunkanmu. “Salah satu nikmat penghuni Kampus Biru ini yaitu dimudahkannya tidur di dalam kelas, apalagi gw adalah Kapten Tim Basket yang super sibuk”, pikiran Danar pun mulai melayang ke Lapangan Basket. Dengan tinggi 178 centimeter, berat badan 75 kilogram, perut six pack, wajah tirus mulus sampai lalat pun terpeleset karena mencoba mendarat, tak salah Danar terpilih sebagai Jajaka Angkatan 3 tahun kemarin. Budaya hedonis telah merasuk bahkan ke dalam Kampus yang damai dan menentramkan ini.

Beberapa orang berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke depan ruangan, salah satunya Axl. Bagai dikomandoi, beberapa siswa bangkit hampir bersamaan: Rusmev, Yana, Caca, Uci, dan Dedi. “Alhamdulillah akhirnya ada yg ngumpulin juga. Bapak kira kalian sekelas tak bisa menjawab satu soal ini dalam waktu 30 menit”, selalu ada kebahagiaan yang terpancar dari wajah seorang Guru ketika anak didiknya bisa menjawab seluruh soal ujian.

“Saya udah selesai dari 20 menit yang lalu pak acen tp ga enak ma kawan yang lain”, Axl berkoar sambil meletakkan lembar soalnya. Ahmad Xaverius Lindan nama lengkapnya, Kapten Tim Futsal Kampus Biru. Gadis-gadis seantero SMA Terpadu Krinux selalu dibuat terpana ketika Axl mengganti Kostum nomor 7 nya di setiap jeda pertandingan. Kalau kalian pernah melihat perutnya Lin Dan, Superstar Bulutangkis dari Tiongkok itu, maka perutnya Axl lebih berisi sedikit. Jangankan cewek, si Ariel aja pengen perutnya seperti itu. Para perawan se-Asrama Putri sebenarnya lebih terpesona dengan Axl dibanding Danar si Kapten Molor tapi dia menghilang di tengah acara pemilihan Mojang-Jajaka tahun lalu.

“Pak, kami pulang ke Asrama dulu ya. Masih satu jam lagi jam Dzuhurnya”, kata Yana si Lurah Angkatan 3. “Oke yan, kalian balik ke asrama ya atau ke Perpustakaan juga boleh. Jangan lewat pintu belakang kantin karena belum Jam Makan dan jangan membahas soal sampai suara kalian tak terdengar dari sini”, terang sang pengawas ujian.

“Axl, buru-buru amat. Tungguin kita dong”, Caca melambai ke arah Axl yang ngeloyor dan sudah sampai di anak tangga pertama. “Udah biarin, jangan dikejar. Kalau jodoh ga akan ke mana. Kalau kau yang hiperaktif ca, dia akan makin menjauh”, seperti biasa omongan Yana yang selalu paling bijaksana di angkatan.

“Waktu tinggal 5 menit lagi anak-anak. Baru enam orang yang selesai, akan bapak beri sedikit petunjuk. Coba kalian pikirkan baik-baik dan ingat ini bukan ujian Matematika. Kalian sudah selesai mengikuti ujian Matematika tadi pagi”, Pak Acen menjelaskan sambil berkeliling ruangan. “Khusus kau Danar, ban Kapten Basket akan berpindah ke orang lain jika kau tak menjawab dengan benar. Satu bulan lagi ban Kapten itu seharusnya masih jadi milikmu tapi akan bapak evaluasi untuk perlombaan besok. Bapak butuh Kapten yang lebih baik darimu, kalian sudah terlalu sering tidak juara dan perlombaan besok adalah yang terakhir untuk angkatan tiga”, Pak Acen berhenti di meja Danar sambil memegang pundaknya.

(bersambung)

__________________________________________________________________________________________________

Di bawah ini ada polling, silahkan pembaca budiman menjawab soal perjumlahan yang bukan ujian Matematika ini. Dan yang paling penting dan jika berkenan, mohon tuliskan analisa kalian di kolom komentar. Alasan yang cocok, Insyaallah akan muncul di Episode2 terakhir dari cerbung ini tapi tak akan semua yang masuk.

Makasih bagi yang ikut polling dan memberikan komentar.

SAY NO TO STANDAR GANDA!!!

Iklan

11 pemikiran pada “STANDAR GANDA: Ini Ujian Matematika Kan? (Episode 2)

    1. hehehe, kebiasaan buruk tuh… Klo ane pake indikator dalam menembak pas sekolah dulu, antara lain: pilihan jwban yg paling panjang kalimatx, paling keriting angkanya, pokoke yg paling njelimet… Pernah jg nembak satu deret untuk puluhan nomor… Klo soal di atas mgkn bs ditembak dgn angka favorit, setidaknya nembak dgn gaya 😆

    1. hehehe… Ayo, tebak2… Yang bener minta pulsa ke mas iwb eh ke mama aja 😁…
      Klo ane masih newbie, dgn adax komen aja udah seneng ^_^

    1. Setuju gan… Jangan jadi boneka kek jokowi… udah keliatan banget jokowi cuma boneka yang bisa diatur megawati seenaknya… Ampe beliau ingkar janji cuma karena kerakusan atas kekuasaan…

      Salam kenal gan, makasih kunjungannya

Komentar Disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s