GOLPUT itu BUJANG LAPUK

Tulisan ini bermula dari satu thread di salah satu forum diskusi di dunia maya. Dengan bangganya si Tuan yang Memulai Diskusi (kita sebut saja Tn. G) mengaku golput dan maksud tersirat yang AR tangkap dari susunan kalimatnya yaitu mencoba mencari sebanyak-banyaknya kawan seperjuangan dan mencetak alay2 golput yang baru (Kepada Penyelenggara/Pengawas Pemilu: Orang2 kek gini di silent nape, pan mengkampanyekan Golput dilarang). Anyway, ini dia yang perlu dihujam dengan komentar logis, kritis, dan tajam yang menusuk langsung ke sasaran. Abis baca paling die gemeter jumpalitan.

OOT dikit ye, sejak AR berhak nyoblos, alhamdulillah hanya sekali AR tak menggunakan hak nyoblos yaitu ketika Pilgub DKI 2012-2017 Babak Final yang mempertemukan Foke-Nara dan jokohok. Kalau memilih pilgub DKI bisa secara online, AR akan luangkan waktu & kuota internet tuk mencoblos. Btw, Tahun 2004 AR milih Pak Beye jadi Presiden, alhamdulillah jadi. Tahun 2009 giliran Pak JK yang dicoblos karena AR merasa ga puas dengan kinerja Pak Beye, alhamdulillah kalah dan alhamdulillah juga Pak JK jadi Ketua PMI yang paling terkenal sejak Zaman Jahiliah (baca: Zaman Orde Baru). Siapa ya yang paling layak mendapat suara AR di 2014 ini? Siapa pun itu, yang pasti bukan jokowi krn pak jokowi kan janji 5 tahun ngeberesin DKI Jakarta, iya kan pak?

Back to topic pren, kawan2 semua pasti dah tau klo Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan Fatwa Pengharaman Golput sejak 2009 kemarin tapi sampai sekarang masih jadi perdebatan. IMHO, AR yakin MUI pasti punya pertimbangan matang tuk mengeluarkan fatwa tersebut. AR tak akan membahas fatwa ini karena AR bukan orang yang layak tuk menilai sebuah fatwa. Di tulisan ini, AR akan membahas golput dari sudut pandang kekinian yang mengandalkan LOGIKA dan PERASAAN SENSITIF semata. Tulisan ini terutama diperuntukkan bagi kawan2 yang memutuskan golput atau yang mempertimbangkan golput di pemilu besok karena pertimbangan ini (LOGIKA dan PERASAAN SENSITIF) saja. Untuk kawan2 Muslim AR yang memilih golput karena pertimbangan agama dapat membaca pandangan AR di sini atau link berita ini.

Inilah pandangan AR terkait Kaum Golput yang hanya mengandalkan LOGIKA & PERASAAN SENSITIF-nya saja:

1. GOLPUT = BUJANG LAPUK/PERAWAN TUA
Alasan: Kaum Golput itu tak bisa memilih yg terbaik dr yg tersedia, sama kek bujang lapuk/perawan tua yg kagak nikah2 ampe di sholatin karena tak bisa mutusin si A lebih layak dinikahin dibandingin si X.

Di dalam Sistem Demokrasi yang penuh kekurangan ini, menjadi seorang PERFEKSIONIS itu menyengsarakan. Klo kawan2 seperti si Tn. G ini yang maunya seluruh Anggota DPR harus dapat dipercaya maka siap2 lah jadi golput.
Sama juga ketika seorang Bujang yang sudah memasuki Usia Panik/UP (imho, UP itu 30 thn ke atas) menolak seluruh gadis atau janda yang disodorkan keluarga/orang tua/sahabat/biro jodoh/dll. Ada aja yang kurang dr para gadis/janda tsb: rambutnya kurang panjang sesenti, idungnya kurang maju sesenti, pant***** yang kurang mundur seinchi, suarax yg bikin sakit kuping, gaya duduknya yang agak miring, pekerjaannya yang ga barokah, dll. Klo masalahnya di kecantikan/ kekayaan/ kedudukan, biasanya sih kelakuan bujang dari kelompok MELANKOLIS PERFEKSIONIS yang HEDONIS abis.
Sama juga dengan para golput atau orang2 yang berniat golput, ada aja kekurangan dari para caleg/parpol/capres. Capek dah klo diskusi sama orang kek gini, AR pernah ngalamin soalnya. AR pernah ngobrol politik dengan seorang kawan dari Satu Jama’ah Islam yang baru pulang dari perjalanan berbulan2 di Surakarta. Dari jawaban2 kawan itu, sudah jelaslah doi ga mau membahas politik & sepertinya akan golput besok. Padahal AR udah menjawab seluruh keraguannya dengan jawaban yang tak menyudutkan. AR hentikan saja diskusi itu ketika intonasi suaranya agak meninggi & bergetar seperti senar gitar yang beresonansi. Sekarang AR yakin, salah satu jama’ah kelompok Islam yang mayoritas akan golput adalah kelompoknya kawan itu.
Kesimpulan, Kaum Golput dan Bujang Lapuk/Perawan Tua itu sama dalam hal mencari alasan untuk tidak berpartisipasi dalam pemilu dan untuk menolak calon2 yang sudah ada di depan matanya.
Golput Kecut
Demokrasi di mata AR hanyalah kendaraan yang digunakan tuk mencapai tujuan, kawan2 bisa liat sebagian kecil dari pandangan AR tentang demorasi di sini. IMHO, saat ini NKRI sedang menggunakan Demokrasi model gini jd terima aja & berpartisipasilah. Klo kawan2 tidak menerima & kagak mau berpartisipasi, lebih baik minggat aja ke Negara2 yang tak ada pemilu di sana seperti: Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, dll. Tapi jangan ke Inggris ya krn walau mereka monarki, Perdana Menterinya dipilih oleh anggota parlemen hasil pemilu ^_^.

2. GOLPUT = PRO PERCERAIAN
Alasan: Golput itu diperbolehkan tapi dibenci. Seperti halnya perceraian yang diperbolehkan tapi dibenci. Kawan2 bisa liat di sepanjang jalan pasti ada spanduk dr KPU/KPUD yg mengajak untuk TIDAK GOLPUT. Jadi Negara (dalam hal ini Pemerintah) tidak menyukai rakyatnya golput dan yang mengkampanyekan golput bisa dipidana lho.

3. GOLPUT = (mayoritas) PENGECUT
Alasan: Kaum Golput tak bisa nentuin mana pilihannya sama seperti seorang pengecut.
AR salut sama Tn. G yg mengaku golput & bangga dengan kegolputannya. Klo semua kaum golput seperti Tn. G, lebih bijak jika kaum golput langsung aja lapor ke KPU/KPUD tentang kegolputannya. Minimal pemerintah akan menghemat pengeluaran biaya pengadaan kertas suara & tinta pemilu. Karena AR belum membaca berita tentang kaum golput yang mengakui kegolputannya ke KPU maka AR yakin mayoritas golput itu pengecut yg tidak mau mengaku klo dirinya golput. Klo ada yang nanya, “nyoblos ga tadi kaum golput?”. Dijawab si pengecut dengan menjabarkan tentang prinsip LUBER (Langsung, Umum, Bebas, dan RAHASIA) dan mungkin dengan kalimat ini, “kepo amat lo, rahasia dong”.

4.GOLPUT = SIAL BOLAK-BALIK
Alasan: Kaum Golput tidak menggunakan hak pilihnya tapi nanti bakal banyak yang berkoar ngomenin pemerintah, bahkan lebih heboh dari oposisi. Udah ga ada jagoannya eh dikerjain sama jagoan orang laen,wakakak… *kecuuuut
Sama kek pengandaian AR di tulisan ini: “Klo si GOLPUT itu didatengin pembunuh trs dikasi pertanyaan: “Mau saya bunuh dgn disayat pake silet atau disodom pake besi panas?” Krn si GOLPUT ga jawab akhirnya si penjahat menyilet2 badannya sambil menyodominya dgn besi panas, LOL.”

AR pernah menulis tentang banyaknya kaum golput di DKI Jakarta di tulisan ini. Jumlah kaum golput DKI itu sekitar 2.500.000/ 2,5 juta orang ketika Pilgub 2012-2017 putaran final, sedangkan yang memilih jokohok hanya 1,8 juta pemilih. 2,5 juta orang itu menyumbang perilaku kemubaziran pemerintah dalam mencetak kertas suara & membeli tinta pemilu. Mubazir itu perbuatan syaiton bung!!!

GOLPUT itu hanyalah PROPAGANDA HAMA2 DEMOKRASI seperti si Tn. G

SAY NO to GOLPUT!!!

Saran tuk kaum golput: Gunakan hak pilih anda, minimal anda sudah membantu pemerintah untuk tidak melakukan kemubaziran.
Anyway, klo kawan2 memang sudah memutuskan jadi Kaum Bujang Lapuk, tolong kawan2 kaum golput datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) dan coblos semua Partainya agar kertas suara tak digunakan pihak2 yang tidak bertanggungjawab. Terima Kasih.

FOR BETTER INDONESIA, MERDEKA!!!

Iklan

9 pemikiran pada “GOLPUT itu BUJANG LAPUK

    1. Coba dipikirkan lagi bro… Masih ada 1 bulan lebih…
      Klo dah yakin golput, tolong dateng aje ke TPS dan coblos semua partai biar ga disalahgunakan kertas suara ente… Spt ane jelaskan, golput itu diperbolehkan tp dibenci layaknha perceraian…klo ente emang mau cerai, ane cuma bs ngasi saran… Piss

  1. golput itu juga suatu pilihan, analoginya coba dibalik gan siapa yang mau disilet atau disodomi?ya orang yang bener ya gak akan milih keduanya gak ada enaknya kok.hehehe . . . .tapi karena ane anggap golput itu juga pilihan ane akan tetap datang ke TPS buat memilih pilihan ane untuk tidak memilih.sekian,wkwkwk . . . .

    1. Ente pigimane gan, pan pembunuh itu… Pilihan ente cuma dua: 1. Dibunuh dgn disayat silet ; 2) dibunuh dgn disodom… Dua2nya emang ga enak… Tp ketika ente ga milih alias golput, ente dapat 2 macam kesakitan… Klo ente milih, ente hanya mengalami kesakitan…

      Dipikir lagi gan? Kmrn ane baca, klo salah satu partai jd pemenang pemilu maka yg jd menteri agama dr kelompok Syiah yg sesat (ada bbrp kelompok syiah yg sudah tobat)…Kebetulan ane muslim, jd ane kagak mau menag itu orang Syiah sesat… Ente muslim bukan gan?

Komentar Disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s