RIZQI bukan GAJI (Episode Kataping-Pariaman part one)

RIZQI itu bukan GAJI….

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18)

Sabtu ini AR akan pulkam dan ketemu hanna & husna, I 💙 You both girls. Hari ini tanggal 11 Januari 2014 dan AR akan berada di kampung halaman sampai tanggal 19 Januari 2014. Penghuni Kota Fasis (baca: Jakarta Baru yg Lebih Macet & Banjir Parah) ini sangat membutuhkan waktu tuk refreshing dari kesemrawutan kota, liatlah betapa ramainya Kota Bandung dengan kendaraan berplat B di hari weekend. Kalau berjiwa petualang, naik gunung atau sepedaan di Bogor adalah pilihan yang tak kalah keren & menyegarkan.

Sekitar pukul 10.00 WIB, pesawat yang AR tumpangi takeoff, alhamdulillah delay hanya sekitar 5-10 menit dari jadwal *tumben. Padahal maskapai ini sangat terkenal dengan delaynya. Hari ini agak berbeda sepertinya, mungkin karena Halim sudah diduduki pesawat komersil. Kasian DanLanud-nya. Sabar ya pak bos, anda akan menjadi Komandan Sejati lagi klo Cengkareng dah ga se-crowded Blok B Tanah Abang.

Yang paling AR tak suka dari maskapai ini (selain kebiasaan delaynya) adalah ketika para pilot maskapai ini melakukan proses landing. Perubahan tekanan di kabin penumpangnya terlalu menyakitkan kuping. Satu-satunya maskapai nasional yang pernah AR tumpangi dan memberikan kenyamanan ketika landing adalah GARUDA INDONESIA AIRWAYS. Kawan2 sekalian pahamlah klo harga tiket GIA lebih mahal & AR nyari yang paling murah serta paling nyaman, LOL. Penerbangan si Hanna kecil dr BIM (Bandara Internasional Minangkabau) ke Cengkareng akan menggunakan GIA tentunya, kasian klo Hanna harus menahan sakit ditelinganya jika terbang dengan maskapai lain.

Jam sudah hampir menunjukkan angka 12.30 WIB, ketika AR sudah duduk di Bus Tranex jurusan BIM-Padang via Lubuk Begalung (klo AR ga salah ingat dengan tulisan di Kaca Bus Tranex itu). AR berencana menumpang bus ini menuju Stasiun Tabing. Mertua AR menyarankan untuk Naik Bus Damri tuk sampai ke Stasiun Tabing (jangan bayangkan Bus Damri di Padang sama persis dengan yang di Jakarta karena anda akan sakit hati, ^_^) tapi karena bus Damrinya masih kosong melompong maka AR memutuskan Naik Tranex. Tak berapa lama, AR memutuskan turun dari bus itu untuk melaksanakan Sholat Dzuhur. Sesuai keterangan orang rumah, tak ada Mushola/Masjid di Stasiun Tabing. AR berharap setelah selesai Dzuhur, Bus Damri sudah siap berangkat. Jiaaaaah, Bus Damrinya ngumpet di mana? Kadang-kadang kenyataan melebihi harapan kita, “diharapin bakal ampir penuh setelah AR melaksanakan Sholat Dzuhur, ini malah kepenuhan & akhirnya takeoff si Damri T_T”. Si Tranex masih sejam lagi sepertinya baru takeoff, daripada kelaparan di perjalanan menuju Pariaman lebih baik AR lunch dulu.

Klo kawan2 ke Sumatera Barat, ingatlah tips ini “Selalu bertanya harga makanan/minuman sebelum menyantapnya”. Sepiring nasi dgn ikan gulai dihargai Rp. 20.000, lumayan murah untuk Bandara Komersil yang sudah digunakan tuk menerbangkan para Calon Jamaah Haji ke Bandara King Abdul Aziz. Tips kedua jika baru pertama kali menginjak kaki di Ranah Minang, “Abaikan tawaran para sopir travel yang menawarkan jasanya, lebih bijak klo kawan2 minta dijemput atau naik angkutan umum. Klo mau capek dikit, kawan2 bisa berjalan ke parkiran motor untuk naik ojek. Parkiran motor berjarak sekitar 750 meter ke arah luar bandara”. Selagi menikmat kentalnya santan serta segarnya ikan, dua orang sopir terus “meneror” AR. Sejak dari Jakarta, AR dah bertekad tuk mencoba moda transportasi umum dr Kataping ke Pariaman (fyi, BIM sering disebut orang Kataping seperti ketika orang2 menyebut Soekarno Hatta dengan Cengkareng). Biasanya mertua menjemput AR ke Kataping tapi kali ini tidak bisa karena mertua sedang menghadiri acara pernikahan di Jakarta, kecuali Doraemon itu benar2 nyata ^_^.

Ketika suapan nasi tinggal beberapa saja, Damri yang ditunggu2 datang juga. Langsung saja Nasi & Lauknya yang tinggal sedikit AR santap tak bersisa. Waktu menunjukkan sekitar pukul 01.30 siang ketika AR menginjakkan kaki pertama kali di Damri ala Minang ini & guess what? Pertamax gan, LOL. AR terlalu bersemangat sampai menghiraukan omongan si Sopir Travel, “Duduk2 di warung aja dulu mas, masih lama Damri itu berangkatnya”. I’m so excited guys coz it’s my first time travelling from Kataping to Pariaman with Mass Transportation. Akhirnya setelah letih mengupdate status facebook & twitter via foursquare serta membaca beberapa portal, penumpang kedua pun menduduki kursi di deretan kiri AR. Kami mengobrol sebentar sebelum bapak itu memutuskan tuk Sholat Dzuhur krn Damri masih tak bergeming dari posisinya. Umur bapak itu (kita panggil saja dgn Mr. Nice Guy/Mr. NG) kira2 40 tahunan, dari wajah ga mungkin lebih dari 50 thn. Mr. NG baru turun dari Pesawat GIA Jkt-Pdg, abis acara kantor di Jakarta katanya. Sudah 1 jam duduk di bus tapi belum ada tanda2 Damri akan berangkat. Baru ada 4 penumpang termasuk AR, Mr. NG belum kembali dari Mushola.

“Mas, ke arah mana pulangnya?”, tiba2 Mr. NG muncul di pintu bus. Kebetulan AR memilih kursi di belakang supir. “Ke Stasiun Tabing pak, mau pulang ke Pariaman naik kereta”, AR menjelaskan sambil berpikir Mr. NG mungkin lupa kalau sebelum Sholat tadi beliau sudah bertanya. “Ikut saya aja yuk”. “Dinda pulang kemana?”, tanya Mr. NG ke satu2nya penumpang wanita di Bus Damri (AR lupa jawaban si Wanita itu, maklumlah AR kan Urang Rantau jadi ga hapal nama wilayah di Propinsi yang Gubernurnya Ustadz Irwan Prayitno ini ^_^). Dan kami berempat pun turun dari Bus Damri yang tak tau kapan akan takeoff. AR masih tak lupa dengan wajah bingung Bapak Supir Damri melihat lima penumpangnya turun & berjalan meninggalkannya tanpa penjelasan yang kuat, ekspresi supir itu 11-12 lah dengan ekspresi Patrick ketika Squidward mengatakannya bodoh.

-bersambung….-

Iklan

Komentar Disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s